Meranti(Kemenag)-- Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melakukan terobosan berupa Gerakan Nasional Masjid Ramah Pemudik dan Musafir, sebuah program yang mendorong masjid-masjid di jalur mudik dan wisata agar buka 24 jam, menyediakan layanan terbaik, tempat istirahat, konsumsi ringan, serta fasilitas yang layak dan bersih untuk para pemudik dan pelintas jalan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2025.
Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, Direktorat Jenderal Bimas Islam menggelar secara daring Rapat Koordinasi Nasional Evaluasi dan Pendataan Masjid Ramah Pemudik 2025, Selasa (8/4/2025).
Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti Sulman didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kasubbag Tata Usaha sekaligus Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Misyamto serta Kepala KUA, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Pendataan Masjid Ramah Pemudik 2025 tersebut.
Tujuan kegiatan adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2025. Evaluasi ini menjadi langkah strategis dalam menyempurnakan layanan tahun-tahun berikutnya.
Pada kesempatan itu, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan kreatif yang dilakukan oleh jajaran Kanwil dan Kankemenag di seluruh Indonesia.
"Meski program ini masih baru dan waktunya cukup mepet, semangat teman-teman luar biasa. Ini jadi bukti nyata bahwa masjid bisa menjadi ruang yang ramah, hidup, dan menyentuh umat," ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti dalam kesempatannya menyambut baik serta siap menindaklanjuti hasil evaluasi dan memperkuat sinergi bersama pengelola masjid di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan masjid sebagai fasilitas publik yang nyaman bagi pemudik," harap Sulman. (T)