0 menit baca 0 %

Kemenag Meranti Salurkan Bantuan dalam Program Lebaran Yatim & Difabel 1447 H: Wujud Nyata Kemenag Berdampak

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI menginisiasi program nasional Lebaran Yatim & Difabel 1447 H dengan tajuk Peaceful Muharram , sebagai bentuk kepedulian sosial yang melibatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat.

Meranti(Kemenag) Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI menginisiasi program nasional Lebaran Yatim & Difabel 1447 H dengan tajuk Peaceful Muharram , sebagai bentuk kepedulian sosial yang melibatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat. Kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat (4/7), dengan mengusung semangat: Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti turut ambil bagian dalam pelaksanaan program ini. Kepala Kantor Kemenag Meranti, H. Sulman, menjelaskan bahwa ratusan paket bantuan disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai wilayah di Kepulauan Meranti.

Program ini disalurkan melalui 14 titik lokasi, terdiri dari Kantor Kemenag Kepulauan Meranti, 9 KUA Kecamatan, dan 4 Madrasah Negeri. Ini adalah wujud nyata dari kepedulian sosial kita bersama, terang Sulman saat memberikan sambutan pada pelaksanaan kegiatan di Musholla Al-Aqsha, Komplek Kantor Kemenag Meranti.

Sulman juga menegaskan bahwa program Lebaran Yatim & Difabel merupakan bagian dari implementasi nyata program Kemenag Berdampak , yakni bagaimana kehadiran Kementerian Agama tidak hanya sebatas pada pelayanan administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberi kebahagiaan kepada para penerima, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat, imbuh Sulman.

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi simbol kolaborasi nyata dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di bulan Muharram yang penuh makna. (T)