0 menit baca 0 %

Kemenag Pelalawan Sosialisasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada Kepala Madrasah

Ringkasan: PELALAWAN Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Riau, menggelar kegiatan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada para kepala madrasah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025, dan difokuskan pada...

PELALAWAN — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Riau, menggelar kegiatan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada para kepala madrasah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025, dan difokuskan pada penguatan implementasi KBC serta peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Kepala Kantor Kemenag Pelalawan, H. Syafwan, dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah cepat dalam mendukung peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta. Ia berharap para peserta dapat menyimak dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik.

"Kita tentunya berharap program KBC ini dapat terlaksana dengan baik di daerah kita, dan seluruh madrasah dapat menerapkannya secara optimal," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Pelalawan, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Menurutnya, KBC merupakan kurikulum yang menekankan nilai-nilai Cerdas, Inovatif, Nasionalis, Taqwa, dan Aktif sebagai dasar pembentukan karakter siswa madrasah.

Kegiatan sosialisasi dibagi menjadi tiga sesi utama, yakni pembukaan, penyampaian materi sosialisasi KBC, dan diskusi interaktif. Dalam sesi diskusi, para kepala madrasah diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, tantangan, serta strategi penerapan KBC di masing-masing lembaga.

Selain membahas KBC, kegiatan ini juga menjadi forum untuk menggagas peningkatan kualitas perpustakaan madrasah sebagai bagian dari penguatan literasi siswa. Pihak Kemenag menegaskan pentingnya sinergi antara pengelola madrasah dan pengawas dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pengawas madrasah, antara lain Syafrudin, Gusrialdi, dan Sasmita, yang diharapkan dapat mendampingi proses implementasi KBC di lapangan secara berkelanjutan.