0 menit baca 0 %

Kemenag Peroleh ISO 9001:2008 Untuk Pelayanan Haji

Ringkasan: Jakarta(Pinmas)--Pelayanan haji Indonesia mendapat Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 yang diserahkan langsung dari Direktur PT. Mutu Agung Lestari, Arifin Lambaga kepada Menteri Agama Suryadharma Ali, disaksikan oleh Dirut PT Surveyor Indonesia Didie B Tedjosumirat.
Jakarta(Pinmas)--Pelayanan haji Indonesia mendapat Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 yang diserahkan langsung dari Direktur PT. Mutu Agung Lestari, Arifin Lambaga kepada Menteri Agama Suryadharma Ali, disaksikan oleh Dirut PT Surveyor Indonesia Didie B Tedjosumirat. Penyerahan dilangsungkan di ruang operasional, lantai dua Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis sore. Atas keberhasilan tersebut, Suryadharma Ali kemudian menyerahkan sertifikat tersebut kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Slamet Riyanto yang disambut tepuk tangan para hadirin. Keberhasilan memperoleh ISO itu, menurut Suryadharma Ali, merupakan jawaban atas kecaman kepada dirinya yang menyebut bahwa Kementerian Agama selalu berlindung dengan memanipulasi ajaran kesabaran kepada jemaah calon haji. Kementerian Agama dinilai memanipulasi ajaran kesabaran. Karena itu ia menantang bagi para pengecam. Coba, mana ada negara yang mampu menggerakan orang sebanyak 2011 orang dalam sebulan. Jika ada pasukan tentara dibawa dalam jumlah besar belum tentu dalam sebulan selesai. Kalau pun bisa, hal itu disebabkan karena tentara mudah digerakan lantaran punya disiplin tinggi, kemampuan fisik prima dan peralatan lengkap. Berbeda dengan pelayanan haji. Yang diberangkatkan beragam dari sisi usia, kemampuan intelek, kebiasaan (tidur, makan dan hobi). "Bagaimana jika tak miliki kesabaran, untuk ke kamar mandi saja harus antri, tidur ada yang suka diawali ngobrol dan merokok, suka kipas angin dan mesin pendingin," katanya. Menag menjelaskan, dari sisi keuangan pun pihaknya telah minta agar BPK melakukan audit keuangan penyelenggaraan ibadah haji. "Tuduhan selalu ada, karena memang ada yang cari populer dan maksud tertentu. Sebetulnya jika ia kemari (Kemenag, red) akan dijelaskan," tambahnya. Bangga Seharusnya, lanjut Suryadharma Ali, jajaran kementerian agama bangga dengan sukses yang dicapai saat ini. Sukses penyelenggaraan ibadah haji kebanyakan dilihat dari orang luar, namun dari dalam negeri justru kecaman. "Yang dilihat kekurangannya saja," ujar dia. Jika mau jujur, bisa dilihat keberhasilan tersebut dari datangnya permintaan sejumlah negara agar mereka diberi pelatihan tentang penyelenggaraan ibadah haji. Permintaan itu datang dari sejumlah negara Eropa Timur, termasuk Rusia. "Kita diminta untuk mengajari mereka, bagaimana penyelenggaraan ibadah haji yang baik," kata Suryadharma Ali. Sebetulnya, pemberian ISO ini punya nilai plus. Sebab penilaiannya sudah berlangsung lama dan kini perbaikan terlihat makin baik. Antara lain, makin dekatnya pondokan bagi jemaah calon haji dengan masjidil haram (67 persen, dengan jarak 2 km) dan sisanya paling jauh 4 km sebanyak 23 persen. Komposisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, paling banyak menempati ring dua dengan jarak 7 km. Nilai plus lain lagi, menurut Menag, adalah untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau Ongkos Naik Haji (ONH), turun. Meski besarannya belum dapat diketahui karena masih akan dibahas lagi dengan Komisi VIII DPR RI, tapi yang jelas ongkos haji turun.(ant/es/ts)