Kemenag Riau Canangkan 1 DBKS di Setiap Kabupaten/ Kota
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Keluarga adalah garda terdepan dalam pembangunan masa depan bangsa peradaban dunia. Dari rahim keluarga lahir berbagai gagasan perubahan dalam menata tatanan masyarakat yang lebih baik. Tidak ada satu bangsapun yang maju dalam kondisi sosial keluarga yang kering spiritual.
Pekanbaru (Humas)- Keluarga adalah garda terdepan dalam pembangunan masa depan bangsa peradaban dunia. Dari rahim keluarga lahir berbagai gagasan perubahan dalam menata tatanan masyarakat yang lebih baik. Tidak ada satu bangsapun yang maju dalam kondisi sosial keluarga yang kering spiritual.
Namun untuk membangun keluarga di tengah masyarakat modern saat ini, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, harus menghadapi penyakit modern. Jika pada zaman Nabi, peperangan lebih bersifat fisik, tetapi pada zaman modern, musuh justru menyelusup ke rumah tangga melalui media komunikasi.
Menurutnya, kemajuan teknologi komunikasi menimbulkan globalisasi informasi yang kadang- kadang membawa faham- faham yang berpengaruh negative bagi pola pikir tingkah laku dan kehidupan masyarakat seperti pandangan baru tentang nilai keluarga, fenimisme yang ekstrim, hedonism, individualism, liberalisme, konsumerisme, pemissivitisme dan paham lain yang bertentangan dengan agama dan idiologi Pancasila.
“Keluarga adalah garda terdepan dalam pembangunan masa depan bangsa peradaban dunia, dimana dengan terbentuknya keluarga yang dibangun atas dasar nilai- nilai agama disertai terpenuhinya segala kebutuhan lahir dan bathin akan melahirkan generasi dan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak karimah,†ungkapnya.
Tapi sayang di era globalisasi saat ini keluarga yang seharusnya dijadikan tempat penempaan nilai- nilai luhur, tepat interaksi dan komunikasi serta penenaman nilai moral dan keteladanan ternyata mulai merapuh karena pengaruh lingkungan sosial yang cendrung hedonis dan tekanan budaya materialis menjadi identitas peradaban modern.
Untuk itu, kata Asyari Nur, perlu adanya terobosan- terobosan baru dalam rangka menjaga keutuhan bangsa yang bermula dari keutuhan keluarga (Keluarga Sakinah). Karena keluarga sakinah merupakan pilar untuk mewujudkan masyarakat madani, bermartabat dan berkualitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Untuk menyelamatkan keluarga Indonesia, khususnya di Provinsi Riau pada tahun 2013 Kementerian Agama bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Riau/ Pemerintah Kabupaten dan instansi terkait lainnya mencanangkan program Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS), minimal 1 desa setiap Kab/ Kota,†ungkapnya.
DBKS merupakan program yang memadukan antara pembangunan agama, ekonomi, keluarga, pendidikan moral, sosial budaya dan akhlak mulia bangsa yang didukung secara lintas sektroal oleh pemerintah dan kementerian terkait. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat pengentasan krisis yang melanda bangsa saat ini, dengan mewujudkan masyarakat madani yang bermoral tinggi, penuh keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.
“Saat ini kita sedang mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan program DBKS ini, termasuk mencari rujukan yang tepat dari Provinsi yang terlebih dahulu melakasanakan program ini, seperti Bandul Yogyakarta,†ujar Asyari dan berharap dengan program DBKS keberadaan pilar keluarga sakinah dapat terwujud dan berimbas dengna munculnya generasi penerus bangsa yang berkualitas memiliki akhlak mulia. “Dan yang paling penting juga adalah memberi kesadaran pada masyarakat tentang tujuan awal pernikahan,†pungkasnya. (mus)