Riau (Inmas)- Penyuluh Agama Islam merupakan Ikon terdepan Kementerian Agama di lapangan dengan mengemban tiga misi yaitu, konsultasi, edukasi dan advokasi. Untuk itu, untuk menyelaraskan persepsi dalam upaya kehormonisan berbangsa dan bernegara, Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau menggelar Pembinaan Penyuluh Agama Islam Konten Moderasi Beragama, 10- 12 Desember 2020.Â
Acara dibuka oleh Plh Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, Drs H Fairus MA didampingi Kasi Penyuluhan Agama Islam dan Sistem Inofrmasi Drs H Asril MM dan Kasi Seni Budaya Islam Musabaqah Alqur’an dan Hadist H Defizon S Kom, Kamis (10/12/2020) di Hotel Grand Zuri Pekanbaru dengan dihadiri oleh seluruh peserta kegiatan.
Fairus dalam arahannya menyebutkan, Moderasi Beragama merupakan cara pandang dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak berlebihan atau ekstrem, baik itu kanan maupun kiri.Â
“Peran Penyuluh khususnya penyuluh Agama Islam menjadi sangat penting dengan memperhatikan fungsi informatif, komunikatif, edukatif, dan motivatif dalam menjalani tugas profentiknya. Untuk itu kita berharap seluruh penyuluh yang berhadapan langsung dengan audien dilapangan hendaknya memahami betul makna dari moderasi beragama, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dengan arti yang sesungguhnya,” tegas Fairus.
Ia menekankan terdapat empat Indikator Moderasi Beragama yaitu Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti kekerasan dan Akomodatif Terhadap Kebudayaan Lokal dengan menekankan nilai adil dan berimbang.
Ditambakan Asril, peserta kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Konten Moderasi Beragama tahun 2020 diikuti oleh 42 orang peserta yang terdiri dari Kasi Bimas Islam Kemenag, Penyuluh Agama Kanwil dan Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.Â
“Tujuan kita adalah untuk menyamakan persepsi dikalangan penyuluh Agama Islam terkait dengan tugas dan fungsinya dilapangan, termasuk dalam menyampaikan informasi terkait dengan moderasi beragama. Sehingga penyuluh agama mempunyai peran strategis untuk membina dan menyampaikan kebijakan pemerintah pada masyarakat dapat tercapai secara maksimal,” ungkap Asril. (mus/ana/faj)