0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Angkat 180 PAI Non PNS

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi MA, mengangkat 180 orang Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2011. PAI tersebut terdiri dari tokoh agama, ustad dan mubalig yang ada di Rohul.
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi MA, mengangkat 180 orang Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2011. PAI tersebut terdiri dari tokoh agama, ustad dan mubalig yang ada di Rohul. Ahmad Supardi, Kamis (7/4) mengatakan, Penyuluh Agama Islam tersebut tersebar di 16 kecamatan se Kabupaten Rohul. Dengan rincian Kecamatan Rambah 12 orang. Pendalian Empat Koto 10 orang, Kabun 11 orang, Kecamatan Tambusai 12 orang, Rambah Sama 12 orang, Kunto Darussalam 12 orang. Kepenuhan Hulu 10 orang, Bangun Purba 11 orang, Ujung Batu 12 orang, Tandun 11 orang, Rokan Empat Koto 12 orang, Tambusai Utara 12 orang, Pagaran Tanah 10 orang, Kepenuhan 11 orang, Rambah Hilir 12 orang, Bonai Darussalam 10 orang. "Penyuluh ini akan bertugas selama satu tahun dari Januari 2011 - Desember 2011. Kepada setiap penyuluh diberikan honorarium sebesar Rp150 ribu setiap bulan atau Rp1.800.000 setiap tahun. Honor ini naik 50 persen dari tahun lalu, sebagai upaya meningkatkan pelaksanaan bimbingan dan pembinaan umat beragama khususnya umat islam di Rohul," jelasnya. Ia menambahkan, penyuluh agama Islam memiliki beberapa tugas, pertama: memberikan bimbingan dan penyuluhan serta pembinaan kepada umat Islam dalam rangka meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam. Kedua, mendakwahkan paham paham agama yang sesuai dengan sumber hukum islam yakni alquran dan hadis serta tidak mengembangkan paham paham yang sesat dan menyesatkan. Ketiga, menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (GM3). Keempat, memberikan laporan secara tertulis kepada ka kan kemenag Rohul setiap bulan atas pelaksanaan dan kemajuan tugasnya. "Saya berharap agar seluruh penyuluh agama islam ini dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik baiknya. Penyuluh adalah tugas mulia dan juga tugas agama. Bagi yang melaksanakannya, Insya A llah jadi mulia dan terhormat. Jangan pandang nilai honornya, tapi pandanglah nilai pengabdian dan pengorbanan yang ada padanya," pungkas Ahmad. (ash edit by msd)