Kemenag Rohul Bayar Honorarium Penyuluh Agama Non PNS
Ringkasan:
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad supardi Hasibuan MA bayarkan honorarium 180 orang Penyuluh Agama Honorer (Non PNS) yang tersebar di 16 Kecamatan di lingkungan Kantor Kemenag Rohul, masing masing orang Rp 900 ribu dikali 180 orang sama dengan Rp 162 juta.
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad supardi Hasibuan MA bayarkan honorarium 180 orang Penyuluh Agama Honorer (Non PNS) yang tersebar di 16 Kecamatan di lingkungan Kantor Kemenag Rohul, masing masing orang Rp 900 ribu dikali 180 orang sama dengan Rp 162 juta.
Pembayaran dilakukan via rekening masing masing, sehingga honorarium diterima oleh para penyuluh Agama secara utuh 100 % tanpa ada pemotongan sedikitpun.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA di kantornya, jalan ikhlas kompleks perkantoran pemda Rohul Pasir Pengarayan, Rabu (25/7/2012).
Dikatakannya, pemberian honorarium ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Rohul terhadap nasib dan kesejahteraan para penyuluh Agama islam.
Mereka telah banyak mengisi pengajian agama di masyarakat, di masjid, di surau, majelis taklim, pengajian AlQur'an, PDTA, TPQ dan lain sebagainya. Mereka bukanlah PNS yang mendapat gaji dari pemerintah, mereka hanya mendapat uang transport sesuai pemberian keikhlasan masyarakat, apalagi ini tidak ada standarnya, tegas lelaki yang akarp dengan wartawan ini.
Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menyatakan, dalam kaitan inilah Kemenag Rohul membantu mereka dengan memberikan honorarium seadanya. Saya yakin dan percaya bahwa honor yang dibayarkan ini tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari hari, apalagi dalam bulan Ramadhan ini. Untuk itu, jangan lihat nominalnya, tetapi lihatlah perhatiannya yang diberikan oleh Kemenag Rohul.
Karena dana dibayarkan via rekening, maka saya harapkan seluruh penyuluh melihat pada rekening masing masing, apakah dana sudah diterima atau belum. Jika sudah diterima maka ucapkan alhamdulillah dan gunakanlah dana itu sesuai kebutuhan sebab itu memang hak masing masing, tandas pria asal Mandailing ini.
Jika dana belum diterima maka segera laporkan kepada saya untuk dicek kembali apakah ada kesalahan rekening atau kesalahan nama dan lain sebagainya, tambahnya lagi.
Saya berharap 180 orang penyuluh agama honorer (Non PNS) tersebut dapat menikmatinya di awal ramadhan ini.
Dengan diterimanya honorarium ini, saya juga berharap dapat meningkatkan penyuluhan agama kepada masyarakat muslim di wilayah kerjanya, termasuk menggalakkan magrib mengaji yang telah menjadi program resmi Pemda Rohul. (Ash).