0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul dan Balai Diklat Keagamaan Padang Taja Penelitian Tindakan Kelas

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan mengatasi permasalahan serta solusi yang tepat masalah anak didik pada madrasah di lingkungan Kemenag Rohul, maka Kantor Kemenag Rohul bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Padang melaksanakan Diklat di Tempat Kerja (DDTK) Penelitian...
ROKAN HULU (HUMAS) Dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan mengatasi permasalahan serta solusi yang tepat masalah anak didik pada madrasah di lingkungan Kemenag Rohul, maka Kantor Kemenag Rohul bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Padang melaksanakan Diklat di Tempat Kerja (DDTK) Penelitian Tindakan Kelas, Rabu s/d Sabtu (12-15/9/2012) bertempat di aula Kemenag Rohul Pasir Pengarayan, yang diikuti 30 perserta berasal dari Guru Madrasah pada MI, MTs dan MA di lingkungan Kemenag Rohul. Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam pengarahannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang yang telah mempercayakan Kemenag Rohul sebagai penyelenggara dan peserta diklat. Dikatakannya, diklat ini di maksudkan untuk memberikan pembekalan kepada para guru madrasah di lingkungan Kemenag Rohul sehingga memiliki keterampilan dalam menemukan permasalahan yang dihadapi anak didik serta mencarikan solusinya secara ilmiah. Jika hal ini dilakukan maka akan berdampak positif bagi pengembangan dan peningkatan kualitas madrasah. Kegiatan ini juga akan membantu para guru membuat karya ilmiyah sebagai salah satu persyaratan naik pangkat bagi seorang guru, sehingga dengan demikian diharapkan tidak akan terjadi manipulasi karya ilmiyah bagi guru ketika hendak naik pangkat, khususnya naik pangkat dari golongan IV/a ke IV/b, seperti yang pernah di hebohkan beberapa waktu yang lalu di Provinsi Riau. Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, manipulasi karya ilmiyah bagi para guru terjadi ketika hendak naik pangkat adalah disebabkan karena ketidak mampuannya membuat karya ilmiyah, sementara pangkat sudah mentok tanpa karya ilmiyah. Pihaknya berjanji, jika 30 orang para guru ini masing-masing membuat karya ilmiyah yang berasal dari Penelitian Tindakan Kelas, maka akan dilakukan seminar tingkat Kab Rohul dengan mendatangkan pakar pendidikan, untuk membahas hasil-hasil penelitian tersebut, sehingga menjadi sebuah karya ilmiyah yang telah teruji secara akademik. Materi Diklat disampaikan lansung oleh Widyaiswara Balai Diklat Keagama Padang yaitu Dra. Lili Hidayati membicarakan tentang Konsep Dasar Penelitian Tindakan kelas (PTK), Judul dan Rumusan Dalam PTK. Kemudian Drs. H. Hendri, M. Ed menyampaikan materi Penyusunan Proposal PTK dan Laporan Hasil PTK. Berdasarkan evaluasi sementara yang dilakukan oleh Panitia Penyelenggara dari Balai Diklat Keagamaan Padang Drs Nur Asril, selama 4 hari penyelenggaraan diklat menunjukkan hasil yang memuaskan. Peserta antusias mengikuti diklat, diskusi berjalan seru, dan yang terpenting ada keinginan kuat dari seluruh peserta segera menghasilkan karya ilmiyah. (Ash).