0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Gelar Rapat Evaluasi DIPA 2011

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Ka Kan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menggelar rapat evaluasi pelaksanaan anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2011, Selasa (13/12) di aula Kantor Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemda Rohul Pasir Pengarayan.
Rokan Hulu (Humas)- Ka Kan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menggelar rapat evaluasi pelaksanaan anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2011, Selasa (13/12) di aula Kantor Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemda Rohul Pasir Pengarayan. Rapat evaluasi ini dimaksudkan untuk memastikan apakah anggaran 2011 yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat melalui APBN di masing masing Satuan Kerja (Satker) telah digunakan atau belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika belum, apa kendalanya dan upaya upaya apa yang telah dilakukan untuk mempercepat pelaksanaanya. Rapat diikuti Pimpinan, Tata Usaha dan Bendahara Satker se Rohul, yang meliputi Kantor Kemenag Rohul, MAN Pasir Pengarayan, MTsN Rambah, MTsN Ujungbatu, MTsN Kota Tengah, MTsn Dalu Dalu, MIN Pasir Pengarayan dan Min Pasir Agung. Kakankemenag Rohul menjelaskan, berdasarkan laporan dari pimpinan Satker, anggaran 2011 secara umum telah dilaksanakan dengan penyerapan anggaran sekitar 97 persen. Sedangkan sisanya tidak dilaksanakan lagi dalam rangka efisiensi anggaran. Dana sisa sekitar 3 persen tersebut kembali ke kas negara. Diharapkannya, agar seluruh Satker menyiapkan laporan pelaksanaan anggaran, membuat buku kas umum, menyimpan bukti bukti pembelian barang dan menginfentarisir pengadaan pengadaan barang sebagai dokumen negara. Hal- hal tersebut menjadi bahan pemeriksaan oleh BPK, BPKP, KPK, Irjen Kemenag RI maupun yang lainnya. Ini adalah bahagian dari pertanggungjawaban kita kepada negara, atas penggunaan uang negara di masing masing Satker. Perlu diingat bahwa uang negara tersebut, selain harus dipertanggungjawabkan kepada negara di dunia ini, juga yang lebih penting lagi adalah harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT. "Jangan sampai gara- gara ini, kita terhalang masuk syurga di kemudian hari. Untuk itu saya berharap, agar sisa sisa waktu bulan Desember ini, kita manfaatkan secara maksimal untuk menyiapkan bahan bahan tersebut di atas. Jangan sampai menunggu tahun depan, sebab tahun depan pekerjaan baru sudah menunggu pula," ungkapnya. (ash)