Kemenag Rohul Kunker ke PP Darul Ulum
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersama Kasi Mapenda Drs H Syahruddin, dan pengawas Pendidikan Drs H Armen melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturrahim dalam rangka persiapan akreditasi pada madra...
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersama Kasi Mapenda Drs H Syahruddin, dan pengawas Pendidikan Drs H Armen melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturrahim dalam rangka persiapan akreditasi pada madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Pondok Pesantren (PP) Darul Ulum Tandun Rohul, Kamis (17/3).
Hadir dalam acara tersebut Pimpinan PP Darul Ulum, H Abdul Basyir, Kepala MA, H Rahmad Banjir, Kepala MTs H Maulana, majelis guru, santri dan santriwati pondok pesantren.
Dalam sambutannya Ka Kankemenag Rohul, Drs Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyebutkan, kunjunan kerja ke PP Darul Ulum bertujuan untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antar keluarga besar Kankemenag Rohul dengan keluarga besar pondok pesantren Darul Ulum. Selain untuk melihat secara langsung kondisi objektif pondok pesantren penyelenggara wajardikdas sembilan tahun dan penyelenggara pendidikan menengah.
"Dan yang terpenting juga adalah untuk meningkatkan motifasi santri untuk belajar keras, berfikir cerdas dan bertindak tegas," ungkapnya dihadapan ratusan santri yang hadir.
Ia menegaskan bahwa bahwa pondok pesantren relevan dulu, relevan kini dan relevan dimasa mendatang. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan agama, madrasah dan pondok pesantren. Bahkan 80 peren anggaran Kemenag adalah untuk pendidikan.
"Perhatian pendidikan kita arahkan pada guru, murid, dan sarana prasarana pendidikan. Untuk guru kita fokus pada peningkatan kualitas, pendidikan dna kesejahteraannya. Pada murid kita fokus pada diarahkan pada bantuan operasional, beasiswa dan bantuan bagi mereka yang kurang mampu. Sementara untuk bidang sarana dan prasarana kita lebih mengarahkan pada bantuan fisik, rehap gedung, laboratorium, dan kegiatan fisik lainnya," ungkapnya.
Ahmad Supardi menambahkan, terdapat lima strategis agar madrasah dan pondok pesantren tetap exis dimasa mendatang, pertama : tingkatkan kualitas guru. Kedua: tingkatkan kualitas guru. Tiga: tingkatkan sarana prasarana, keempat: tingkatkan citra/ pencitraan. Dan kelima, rekruitmen siswa secara selektif.
Sementara itu, Kasi Mapenda Drs H Syahruddin mengungkapkan, paling lambat tahun 2014 seluruh madrasah sudah akreditasi, minimal akreditasi c. Terhadap madrasah yang belum diakreditasi atau akreditasi di bawah c maka madrasah yang bersangkutan akan ditutup atau di marger dengan madrasah lain.
"Untuk itu, kita sangat berharap menjelang tahun 2014 semua madrasah khususnya di Rohul sudah di akreditasi semua, minimal akreditasi c," harapnya. (msd)