Kemenag Rohul Lakukan Rapat Koordinasi Dengan Satker
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan rapat koordinasi bersama pimpinan Satuan Kerja (Satker) dan Kepala Madrasah swasta se Kab Rohul, untuk membicarakan masalah-masalah yang terkait dengan pembinaan dan kreatifitas siswa/i pada setiap madrasah dan pondok...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan rapat koordinasi bersama pimpinan Satuan Kerja (Satker) dan Kepala Madrasah swasta se Kab Rohul, untuk membicarakan masalah-masalah yang terkait dengan pembinaan dan kreatifitas siswa/i pada setiap madrasah dan pondok pesantren di lingkungan Kemenag Rohul, Selasa (10/9/2013) bertempat di aula Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian.
Hadir dalam rapat tersebut adalah Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, Kepala Tata Usaha MAN Pasir Pengaraian Drs H Syamsurijal, Kepala MTsN Rambah Akhiruddin SAg, Kepala MTsN Ujung batu Afdizhon SPd, Kepala TU MTsN Kota Tengah, Kepala MTsN Dalu-Dalu, Kepala MIN Pasir Pengaraian, Kepala MIN Pasir Agung, Kepala MAS Jabal Rahmah Tambusai Utara, dan Kepala MAS/MTsS/MIS se Rohul.
Kakan Kemenag Rohul menyatakan bahwa ke depan persaingan antar sekolah/madrasah/ponpes dan bahkan antar siswa/santri, termasuk antar alumni akan semakin keras, sebab madrasah dan alumni madrasah akan semakin banyak. Selain itu, tantangan yang dihadapi juga akan semakin kompleks dan bersifat multi dimensi.
Untuk itu, maka anak didik pada setiap satuan kerja madrasah/ponpes, termasuk di madrasah swasta harus terus dipantau perkembangannya, termasuk penyaluran minat dan bakat yang dimiliki oleh setiap siswa/santri. JIka ada yang berpotensi pada bidang olahraga dan atau seni umpamanya, maka salurkanlah minat dan bakat tersebut melalui olahraga dan seni pula, tegasnya.
Menurut Ahmad Supardi, saat ini dan bahkan ke masa depan, setiap keterampilan yang dikelola secara professional, maka akan diberikan pengharagaan oleh masyarakat dalam bentuk besar. Kita bisa lihat bagaimana talenta-talenta sepakbola di dunia in ternasional, yang dibayar oleh masyarakat miliaran rupiah setiap pekan.
Untuk itu, Ahmad Supardi berpesan, agar anak-anak berbakat dapat kita salurkan minat dan bakatnya sesuai dengan kemampuannya. Untuk keperluan ini, terkadang kita harus mengeluarkan dana besar. Tetapi yakin dan percayalah masalah dana bisa kita cari bersama, yang terpenting kita dapat menemukan bibit-bibit berprestasi tersebut.
Para pimpinan satker, pimpinan madrasah dan pondok pesantren se Rohul, sepakat dengan arahan yang disampaikan oleh Kakan Kemenag Rohul tersebut di atas. Mereka berkomitmen untuk lebih memperhatikan siswa/santri dan sekaligus menyalurkan minat dan bakatnya.***(Ash)