Kemenag Rohul Terima Wakaf Tanah Pembangunan MAN Ujungbatu
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menerima wakaf tanah seluas 1,5 ha dari H Sapri sekeluarga yang berlokasi di Desa Ngaso Kec Ujungbatu, untuk keperluan pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pasir Pengaraian di Ujungbatu.
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menerima wakaf tanah seluas 1,5 ha dari H Sapri sekeluarga yang berlokasi di Desa Ngaso Kec Ujungbatu, untuk keperluan pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pasir Pengaraian di Ujungbatu.
Hadir dalam acara penyerahan wakaf tanah tersebut adalah Kakan Kemenag Rohul, Kasir Pendidikan Islam (Pendis) Drs H Syahruddin MSy, Kepala KUA Ujungbatu Efriadi Sag beserta staf, Kepala MTsN Ujungbatu Afdizhon SPd, Kepala MTs Alhasanah Simpang Tranpol Ujungbatu, Kepala MTs Rokan IV Koto, Kepala MTs Air Panas Pendalian, Kepala MTs Kota Intan, Tokoh pendidikan Ujungbatu Syamsurizal Hs, Kepala MTs Lubuk Bandaro, Kades Ngaso Busri, Kadus se Desa Ngaso, dan lain sebagainya.
Dikatakannya, selama ini di Ujungbatu belum ada MAN, sedangkan MTsN ada, yang jumlah alumninya setiap tahun 200 orang. Anak-Anak kita ini harusnya melanjutkan sekolah ke MAN, namun hingga saat ini MAN di Ujungbatu belum ada. Untuk itulah maka kita ambil kebijakan mendirikan MAN Pasir Pengaraian di Ujungbatu, tegas Ahmad Supardi.
Ahmad Supardi menyatakan bahwa dalam waktu tidak terlalu lama, MAN Pasir Pengaraian diu Ujungbatu ini akan segera direalisasikan, sehingga anak-anak kita di Ujungbatu dan sekitarnya dapat melanjutkan pendidikan di MAN ini, tanpa harus ke Pasir Pengaraian atau bahkan ke Kota Pekanbaru.
Menurut Ahmad Supardi, Kementerian Agama pada semua tingkatan memeiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap pendidikan, sehingga pihaknya akan membuka akses sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan di madrasah, dengan biaya yang relative murah.
Dan jika ada masyarakat kita yang miskin, tidak mampu menyekolahkan, maka sekolahkanlah di madrasah dan Kementerian Agama akan memberikan bantuan setiap tahun dalam bentuk Bantuan Siswa Miskin (BSM), yang besarnya cukup untuk biaya pendidikanlah, tegas Ahmad Supardi.
Ahmad Supardi menyatakan bahwa Kementerian Agama sejak dulu telah berpartisipasi aktif dalam memotivasi masyarakat untuk sekolah, bukan hanya wajar dikdas 9 tahun, dan apalagi 12 tahun. Kemenag beserta jajarannyam justru mengajak umat belajar seumur hidup, sepanjang masa, sejak buaian hingga liang lahat, jelas Ahmad Supardi.***(Ash)