Padang Sidempuan (Kemenag Rohul) – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, rombongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu akhirnya tiba di Kota Padang Sidempuan pada Rabu (10/12/2025) pukul 20.00 WIB.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kakankemenag Rohul H. Zulkifli, didampingi Kasubbag TU H. Rusli, Kasi Bimas Islam H. Mulyadi, Kasi Pendis H. Masri Manas, Bendahara H. Ahmad Amin, serta Ka. KUA Rambah H. Gustaman.
Dari Padang Sidempuan, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju titik terdampak pertama di Desa Tolu Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan tiba pada pukul 22.00 WIB. Di sana, rombongan meninjau langsung lokasi banjir bandang yang menyebabkan ada 55 rumah rusak berat bahkan rata dengan tanah. Salah satu bangunan yang roboh adalah MTsN 4 Tapsel, sehingga proses belajar mengajar sementara dipindahkan ke MAN 1 Tapsel.
Kedatangan rombongan Kemenag Rohul disambut oleh Kakankemenag Tapsel, Ketua MUI Tapsel, dan Kepala Desa setempat, yang kemudian mendampingi peninjauan di lapangan.
Sementara itu, bantuan yang disalurkan berasal dari ASN Kemenag Rohul, Madrasah se Rohul, Ponpes ,Jemaah Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSSB) Kecamatan Kepenuhan, adik-adik Rohis Rokan Hulu, serta masyarakat Rokan Hulu, dengan total mencapai ± Rp60.000.000 berupa pakaian layak pakai, sembako, dan perlengkapan bayi.
Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag Rohul H. Zulkifli menyampaikan rasa harunya atas solidaritas masyarakat.
“Musibah ini bukan hanya ujian bagi saudara-saudara kita di Tapsel, tetapi juga menguji sejauh mana kepedulian kita. Alhamdulillah, masyarakat Rohul menunjukkan solidaritas yang luar biasa,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran rombongan bukan sekadar membawa bantuan.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa doa, perhatian, dan semangat untuk bangkit bersama. InsyaAllah, Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang sabar,” tambahnya.
Semoga setiap donasi yang diberikan menjadi amal jariyah yang tidak terputus, mengalir pahalanya sebagaimana air mata para penyintas yang perlahan berubah menjadi senyum harapan. Kita memohon kepada Allah SWT agar mengangkat musibah ini, memberikan kekuatan kepada para korban, serta menggantikan kesedihan mereka dengan nikmat dan keberkahan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. (Humas)