0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Wakili Riau pada Pentaloka Nasional di Jakarta

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota se Riau pada acara Penataran dan Lokakarya (Pentaloka) Peningkatan Manajemen pengelolaan Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota tingkat N...
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota se Riau pada acara Penataran dan Lokakarya (Pentaloka) Peningkatan Manajemen pengelolaan Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota tingkat Nasional di Jakarta yang diadakan oleh Pusdiklat dan Litbang Kemenag RI pada 2- 6 Agustus 2011. Pentaloka ini diikuti 33 orang Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/ Kota seluruh Indonesia. Pentaloka ini bertujuan untuk sharing pengalaman antar Kakan Kemenag seluruh Indonesia dalam manajemen pengelolaan Kan Kemenag dalam berbagai bidang seperti peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, peningkatan pelayanan haji, peningkatan kerukunan umat beragama, dan peningkatan tata kelola pemerintahan. Kakan Kemenag Rokan Hulu, Drs. H Ahmad Supardi Hasibuan MA pada acara tersebut akan menyampaikan makalah tentang peningkatan kualitas kehidupan beragama dengan judul "Problematika dan Solusi Pemberdayaan Zakat di Kabupaten Rokan Hulu". "Pemilihan atas judul ini, terkait dengan keberhasilan dan upaya serius yang dilakukan oleh Kantor Kemenag Rohul bersama Pemerintah Daerah Rohul dalam pemberdayaan Zakat di Rokan Hulu. Atas keberhasilan ini jugalah salah satu pertimbangan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM menunjuk Rohul untuk mewakili Kakan Kemenag Kab/ Kota seluruh provinsi Riau dalam acara ini," ungkapnya. Ia akan memaparkan pengalaman dan menyampaikan secara khusus trik trik, taktik dan strategi dalam pemberdayaan Zakat di Rokan Hulu dan secara khusus saya menulis makalah tentang itu. "Perlu diketahui bahwa telah banyak terobosan terobosan yang dilakukan terkait dengan pemberdayaan Zakat ini. Antara lain, meningkatnya pengumpulan dana zakat dari tahun 2010 lalu, hanya menerima Rp324 juta. Dan tahun 2011 ini sampai dengan bulan Agustus telah menembus angka Rp1 M. "Saya perkirakan tahun ini bisa mencapai Rp1,5 Milliar. Diharapkan penerimaan ini akan meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2014 ditargetkan penerimaan dana zakat telah mencapai Rp 4 Milliar pertahun," harapnya. (ash)