Kemenag Sediakan Beasiswa Bagi 1,5 Juta Siswa Miskin
Ringkasan:
Jakarta (Humas)- Kementerian Agama menyediakan beasiswa bagi siswa miskin sebanyak 1,5 juta anak usia Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah agar kebutuhan belajar mereka dapat terpenuhi. Hal itu dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menerima peserta lomba sekolah seha...
Jakarta (Humas)- Kementerian Agama menyediakan beasiswa bagi siswa miskin sebanyak 1,5 juta anak usia Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah agar kebutuhan belajar mereka dapat terpenuhi. Hal itu dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menerima peserta lomba sekolah sehat tingkat nasional 2010 di operation room Kementerian Agama, Kamis (19/8) sore. "Kementerian Agama berupaya meningkatkan kualitas pertumbuhan fisik dan intelektual dari keluarga kurang mampu," katanya.
Khusus untuk masalah kesehatan, kata Menag, pihaknya menyelenggarakan program penyediaan makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS) yang didanai dari APBNP tahun 2010. Program ini diperuntukan bagi siswa Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta di 27 kabupaten pada 27 provinsi di Indonesia.
"Program ini menjadi sangat penting mengingat 180.000 siswa yang memperoleh makanan tambahan adalah mereka yang berada di daerah tertinggal, terisolir, terpencil, daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil, serta daerah pedalaman," jelasnya.
Menag menegaskan pentingnya perilaku hidup sehat sebagai akhlak yang dimiliki siswa dan guru sekolah dan madrasah. "Sebab, jika kebiasaan hidup sehat sudah menjadi akhlak, maka perwujudan perilaku sehat akan menjadi kebiasaan yang berlangsung lama dan akan membentuk kultur keunggulan di lingkungan sekolah dan madrasah," katanya.
Menag juga mengatakan, pendidikan dan kesehatan sesungguhnya merupakan dua hal yang sulit dipisahkan satu sama lain. Di satu sisi, pendidikan dapat digunakan sebagai strategi penanaman perilaku hidup sehat, bersih, indah dan teratur.
Di sisi lain, kualitas kesehatan peserta didik merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan nasional. Lebih dari itu, kesehatan, kebersihan dan keindahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perwujudan amaliyah baik yang dianjurkan oleh agama.
Dalam sebuah kata mutiara dinyatakan bahwa, kebersihan sebagian dari iman dan juga dalam sebuah hadits Nabi ungkapkan "Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan." Bersih dan indah adalah ciri fisik kesehatan yang perlu diajarkan dan ditanamkan kepada peserta didik, demikian Menag Suryadharma Ali. (js/ks-dirjen)