0 menit baca 0 %

Kemenag Siak dan LAMR Siak Sepakat Sinergikan Pelayanan Berbasis Adat dan Syariat Islam

Ringkasan: Siak (Kemenag) Senin (30/06/2025)- Bertempat di Ruang Kerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Resman Junaidi, menerima kunjungan resmi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak.

Siak (Kemenag) Senin (30/06/2025)- Bertempat di Ruang Kerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Resman Junaidi, menerima kunjungan resmi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Siak, Datuk Seri H. Wan Said, beserta jajaran pengurus.

Agenda utama kunjungan ini adalah menjajaki sinergi antara nilai-nilai adat Melayu dan ajaran Islam dalam pelayanan masyarakat, khususnya di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pelestarian adat istiadat yang sejalan dengan syariat Islam.

Menurut H. Resman Junaidi, pertemuan ini merupakan momentum penting dalam menyatukan visi pelayanan yang berlandaskan nilai keislaman dan kebudayaan lokal. “Adat Melayu dan Islam ibarat isi dengan kuku. Kami di Kementerian Agama menyambut baik ajakan kerja sama ini karena pelayanan kepada masyarakat tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh aspek moral dan kultural,” ujar Resman.

Senada dengan itu, Datuk Seri H. Wan Said menegaskan pentingnya pelestarian budaya Melayu agar tidak tercerabut dari akar spiritualnya. “Pelayanan publik, terutama dalam urusan keagamaan, harus merefleksikan jati diri masyarakat kita. Kita ingin agar generasi muda mengenal adat istiadat Melayu yang tetap berpijak pada ajaran Islam,” ungkapnya.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil diskusi dengan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat. Kolaborasi antara Kemenag dan LAMR ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat Siak yang religius, santun, dan berakar pada nilai-nilai luhur. (Fz)