Kemenag Tinjau Kesiapan UAMBN dan US Madrasah Rohul
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kemenag Rohul, Drs H Syahruddin MSy, Rabu (14/3) meninjau kesiapan madrasah untuk melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Be...
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Kemenag Rohul, Drs H Syahruddin MSy, Rabu (14/3) meninjau kesiapan madrasah untuk melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Sekolah (US) pada Madrasah Aliyah Darussalam Saran Kabun dan Madrasah Aliyah Darul Ulum Tandun.
Menurut Kakan Kemenag Rohul, Ahmad Supardi, UAMBN akan dilaksanakan secara serentak di 12 MA se Kabupaten Rohul pada tanggal 19 s/d 21 Maret 2012, dengan materi ujian Aqidah Akhlak, Tafsir Hadis, Fiqh Islam, Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam. Berdasarkan tinjauan di lapangan, kedua MA tersebut telah siap mengikuti dan melaksanakan UAMBN secara jujur dan adil serta mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Insya Allah UAMBN dan US akan dapat dilaksanakan karena siswa/i selama ini termasuk pihak madrasah telah menyiapkan diri secara fisik dan mental untuk dapat mengikuti ujian, dibuktikan dengan belajar keras, try out, membahas soal dan lain sebagainya,†jelasnya.
Ahmad Supardi menargetkan kelulusan tahun ini sebanyak 100 persen, sebab nilai harian di sekolah adalah 60 %, sedangkan ujian nasional adalah 40 %. Setelah selesai UAMBN dan US akan dilaksanakan pula Ujian Nasional (UN) pada tanggal 26 s/d 28 April 2012 serentak di seluruh Indonesia.
Ia juga berharap ke depan dan sekaligus mengusulkan kepada semua pihak yang terkait dengan penetapan kebijakan pendidikan termasuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pusat bahwa yang menyatakan siswa/i itu lulus atau tidak adalah pihak sekolah atau madrasah sebab merekalah yang mengetahui secara persis apakah anak didik itu lulus atau tidak, dan penentuan itu bukan oleh orang luar, orang di belakang meja, operator komputer, apalagi orang Jakarta. Tapi syukurlah, pengelolaan pendidikan ke arah ini sudah mulai kelihatan, dibuktikan dengan nilai yang diberikan guru mendapat porsi 60 % dan ke depan tentunya kita berharap menjadi 100 %. (ash)