Kemenag Tinjau Magrib Mengaji dan Rohul Menghafal Alqur’an di Desa Batas
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, meninjau pelaksanaan Magrib Mengaji dan Rokan Hulu Menghafal Alqur’an di Masjid Baiturrahman Dusun 3 Desa Batas Kec Tambusai, Kamis (21/2/2013) bertempat di Desa Batas Kec Tambusai.
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, meninjau pelaksanaan Magrib Mengaji dan Rokan Hulu Menghafal Alqur’an di Masjid Baiturrahman Dusun 3 Desa Batas Kec Tambusai, Kamis (21/2/2013) bertempat di Desa Batas Kec Tambusai.
Gerakan Magrib Mengaji dan Rokan Hulu Menghafal Alqur’an adalah dua program yang telah dicanangkan oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi beberapa waktu yang lalu, sehingga implementasinya perlu ditinjau di lapangan.
“Jangan sampai program ini hanya menjadi slogan atau pemanis mulut belaka, tetapi pada tataran implementasi tidak ada. Untuk itu peninjauan sebagai motivasi, evaluasi, dan silaturrahim mutlak diperlukan, utamanya oleh Kepala Kantor Kemenag Rohul, “ tegas Kakan Kemenag.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan setelah melihat secara langsung di dalam Masjid Baiturrahman, bahwa terdapat sekitar 30 orang anak-anak umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, yang belajar mengaji dan menghafal Alqur’an dengan dibimbing oleh dua orang ustaz.
Imam Masjid Baiturrahman Dusun 3 Desa Batas, Slamet Riadi, menyatakan bahwa program magrib mengaji dan Rokan Hulu Menghafal Alqur’an ini sudah dilaksanakan di masjid ini, namun masih terbatas pada anak-anak saja. “Padahal seharusnya diikuti juga oleh para orang tua,†tegas sang Imam.
Menurut Imam Slamet Riyadi, dusun ini termasuk sangat rawan dari sisi aqidah, sebab dari 160 KK Penduduk dusun 3 ini, yang beragama Islam hanya 20 KK, sedangkan 120 KK lainnya adalah umat Kristiani. “Di Dusun 3 ini terdapat 6 gereja dan hanya 1 masjid†tegasnya.
Kakan Kemenag Rohul berharap agar umat Islam dapat meningkatkan pembinaan terhadap anak-anak umat Islam, sehingga tidak terkontaminasi oleh pengaruh umat lain, yang berbeda aqidah dan ibadah.
“Program Magrib Mengaji dan Rokan Hulu Menghafal Alqur’an ini adalah dua program yang sangat strategis dalam rangka membina generasi muda umat islam dan sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negative budaya lain,†tegas Ahmad.***(Ash).,