Bengkalis (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan bimbingan manasik haji selama 2 hari Sabtu, 27/04/2024 dan Ahad, 28/04/2024 di gedung daerah dato' laksamana raja di laut Kota Bengkalis.
Pelaksanaan bimbingan manasik haji dan umroh ini diikuti oleh 424 CJH asal Kabupaten Bengkalis yang akan diberangkatkan pada tanggal 24 Mei 2024 mendatang melalui Embarkasi Haji Batam tahun 1445 H/ 2024 M.
Kegiatan manasik haji resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H. Khaidir dengan dihadiri oleh Kapolres Bengkalis, Danramil 0303 Bengkalis, Forkopimda, Kepala OPD, Kasubbag TU H. Zulkarnaen, Plt. Peny. Haji dan Umroh H. Lukman, Pimpinan Bank Riau Kepri Syariah Bengkalis Badraini, Pimpinan Bank BSI Bengkalis Idham Khalid, Camat Bengkalis, Bantan, Imam Masjid Agung Istiqomah Bengkalis H. Ghufronuddin, LAMR Bengkalis, MUI Kab. Bengkalis dan Ormas NU serta hadirin lainnya.
Ketua panitia manasik haji Suarno, SE melaporkan 242 CJH ini terdiri dari 96 orang dari Kecamatan Bengkalis, 48 orang dari Kecamatan Bantan, 10 orang dari Kecamatan Siak Kecil, 24 orang dari Kecamatan Bukit Batu, 8 orang dari Kecamatan Bandar Laksamana, 11 orang dari Kecamatan Rupat, 2 orang dari Kecamatan Rupat Utara, 149 orang dari Kecamatan Mandau, 22 orang dari Kecamatan Pinggir, 49 orang dari Kecamatan Bathin Solapan,12 orang Jemaah Haji cadangan dan 3 orang Petugas Haji Daerah PHD, dengan tujuan agar seluruh CJH terlatih dan mengetahui ilmu ibadah haji nantinya.
H. Khaidir dalam sambutannya mengatakan "Melihat dari seluruh komponen yang hadir, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan silaturahmi yang intens telah berlangsung tidak hanya nanti di tanah suci Mekah, tetapi hubungan silaturahmi itu sudah di mulai sejak disini di tanah air. Tentu hal ini menunjukkan adanya tanda-tanda keberkahan dari Allah SWT".
"Manasik haji ini merupakan majelis ilmu, dengan majelis ini kita akan memperoleh ilmu pengetahuan melalui pembekalan yang diberikan oleh narasumber nantinya untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci". Lanjut H. Khaidir
"Para jemaah sudah ada yang menunggu hampir 12 tahun, Dulu orang pergi ke Mekah menunai ibadah haji lebih kurang selama 6 bulan, istilahnya dulu pergi haji sama dengan pergi mati. Namun sekarang berkat perkembangan dan kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak lagi terjadi. Sebagai contoh dulu kita mencari orang yang Hafizh Qur'an terasa amat susah, tapi sekarang ini kan tidak, yang ada dulu Hafizh Surat Ad Dhuha dan An Nas". H. Khaidir mencontohkan.
"Pergi haji jangan berantah-bantah, tapi selalulah bermusyawarah dalam konteks berjamaah ". Ingat H. Khaidir.
"Bapak/ ibu CJH semua merupakan tetamu Allah. Lakukanlah persiapan secara jasmaniah dan rohaniah. Kemudian di Mekkah nanti uruslah diri sendiri jangan sibuk dengan urusan orang lain. Di Mekah nantinya juga jangan mempermasalahkan ilmu agama akibat banyak dijumpai perbedaan, tapi luruskan niat kita ke Mekah untuk melaksanakan ibadah". H. Khaidir terus mengingatkan.
"Semoga Allah SWT mempermudah segala urusan kita dalam melaksanakan ibadah haji dengan harapan meraih predikat haji yang mabrur". Pungkas H. Khaidir.