0 menit baca 0 %

Kepala Kampung Jayapura Bungaraya Buka Lomba Bercerita Voice of History: Echoing the Spirit of Pancasila di MTsN 3 Siak

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, MTsN 3 Siak menyelenggarakan Lomba Bercerita bertema Voice of History: Echoing the Spirit of Pancasila, yang secara resmi dibuka oleh Kepala Kampung Jayapura, Bungaraya, Nurhadi Budiono, pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Siak (Kemenag) - Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, MTsN 3 Siak menyelenggarakan Lomba Bercerita bertema Voice of History: Echoing the Spirit of Pancasila, yang secara resmi dibuka oleh Kepala Kampung Jayapura, Bungaraya, Nurhadi Budiono, pada Rabu, 1 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di aula madrasah dan diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai jenjang kelas.

Dalam sambutannya, Nurhadi Budiono menyampaikan apresiasi atas inisiatif MTsN 3 Siak dalam menggelar lomba yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan kebangsaan. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang edukatif untuk membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air dan memahami akar sejarah bangsanya, ujarnya.

Lomba bercerita ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat literasi sejarah, serta melatih kemampuan bercerita, retorika dan ekspresi siswa. Melalui cerita-cerita bertema perjuangan dan nilai-nilai Pancasila, siswa diajak untuk merefleksikan makna kesaktian ideologi bangsa dalam konteks kekinian.

Wakil Kepala MTsN 3 Siak Bidang Kurikulum, Abdullah, yang memberikan sambutan mewakili Kepala Madrasah, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya mengenal Pancasila secara teoritis, tetapi mampu menginternalisasi nilai-nilainya melalui narasi yang hidup dan reflektif, ungkapnya.

Sementara itu salah seorang juri lomba, Juhari, menyampaikan bahwa penilaian lomba tidak hanya berfokus pada teknik bercerita, tetapi juga pada kedalaman pesan dan relevansi sejarah yang disampaikan. Kami mencari cerita yang mampu menggugah, menyentuh, dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan bangsa, jelasnya.

Peserta lomba dari kelas VIII C, Tri Anis Farhana, mengaku sangat antusias mengikuti lomba ini. Saya ingin menyampaikan kisah tentang perjuangan tokoh pahlawan revolusi yang jarang dikenal, agar teman-teman saya tahu bahwa sejarah itu dekat dan relevan, tuturnya.

Guru MTsN 3 Siak, Suliana, menilai bahwa lomba ini memberikan ruang ekspresi yang positif bagi siswa. Mereka belajar menyusun narasi, berbicara di depan umum, dan yang paling penting mencintai sejarah bangsanya, katanya.

Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan sertifikat apresiasi. MTsN 3 Siak kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa Nasionalis melalui kegiatan edukatif yang bermakna. (Abd/Hd)