0 menit baca 0 %

Kepala Kankemenag Siak pandu pembacaan Do'a Pada Kegiatan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Ringkasan: Siak (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menghadiri dan memandu pembacaan do a pada kegiatan pelaksanaan Vaksinasi untuk pejabat publik digelar di halaman Rumah Sakit Umum (RSUD) Tengku Rafi an Siak, Senin (01/02/2021).

Siak (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menghadiri dan memandu pembacaan do’a pada kegiatan pelaksanaan Vaksinasi untuk pejabat publik digelar di halaman Rumah Sakit Umum (RSUD) Tengku Rafi’an Siak, Senin (01/02/2021). Kegiatan ini dibuat sebagai ikhtiar untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan Vaksinasi Covid-19. Vaksin yang digunakan adalah Vaksin Sinovac.

 

Dalam do’anya, Drs. H. Muharom bermohon semoga melalui kegiatan ini menjadi wasilah dan ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Kami yang hadir ini berkeinginan kuat untuk berusaha dan berikhtiar untuk berusaha dan bermohon kepada-Mu agar Engkau angkap wabah ini dari Negeri kami,” pintanya lirih.

 

“Ya Allah, pada saat ini Engkau Uji kami dengan pandemi covid 19 yang belum usai, Oleh sebab itu Ya Allah berikan kami kemudahan, kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi pandemi ini, bukakanlah pintu hati kami dan seluruh lapisan masyarakat kami untuk senantiasa patuh dan mentaati protokol covid 19 sebagai bagian dari ikhtiar kami dalam memutuskan mata rantai penyebaran wabah ini.,” mohonnya.


Dikutip dari laman helloriau.com, sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Tonny Chandra menjelaskan, vaksin dilakukan serentak ke seluruh Kabupaten Siak, tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan 10 orang pejabat publik dan tokoh masyarakat. Kemudian setelah 14 hari dilakukan penyuntikan vaksin kedua. “Penyuntikan vaksin pertama bertujuan untuk mengenalkan vaksin yang ada di dalam kandungannya kepada sibstem kekebalan tubuh manusia sehingga memicu respon kekebalan tubuh tahap awal sedangkan dosis kedua bertujuan menguatkan imun yang sudah terbentuk sebelumnya. Dan antibody akan optimal 14-20 hari setelah suntikan kedua dilakukan" jelasnya. (Hd)