0 menit baca 0 %

Kepala Kantor Kemenag Hadiri Pembukaan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Kurikulum Cinta di MTsN 1 Pelalawan

Ringkasan: Pelalawan, 19 Juli 2025 Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Syafwan, menghadiri secara langsung kegiatan Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta yang digelar di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pela...

Pelalawan, 19 Juli 2025 – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Syafwan, menghadiri secara langsung kegiatan Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta yang digelar di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pelalawan pada Jumat (19/7) di Hotel Dika raya.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Pelalawan sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menitikberatkan pada pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan berorientasi pada karakter peserta didik.

Acara seperti biasa, diawali dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia raya dan juga ada sambutan pertama dari Kepala MTsN 1 Bakri. Beliau mengharapkan agar Bimtek ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag menyampaikan apresiasi atas inisiatif MTsN 1 Pelalawan dalam mengembangkan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari inovasi yang memperkuat nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian dalam proses pendidikan.

“Kurikulum berbasis Cinta adalah pendekatan yang sangat relevan dengan semangat moderasi beragama dan penguatan karakter siswa madrasah. Kurikulum yang digagas oleh Kementerian Agama RI ini menekankan pentingnya nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan kedamaian dalam proses pembelajaran, serta membangun relasi yang bermakna antara guru dan murid.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, kepala madrasah, dan pengawas dalam memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, serta mendorong agar nilai-nilai cinta dan kasih sayang terus menjadi ruh dalam setiap aktivitas pembelajaran di madrasah. Terlebih lagi kepada guru-guru, Syafwan menyebutkan pentingnya senyum kepada murid rekan kerja dan murid terutama. Saat kita sudah sampai di sekolah atau tempat kerja kita sebaiknya meninggalkan masalah yang ada di rumah tetap di rumah dan jangan sampai terbawa ke sekolah.

Acara yang dihadiri oleh lebih kurang 32 guru ini diharakan dapat meningkatkan kompetensi masing-masing guru sehingga bisa kemudian mendidik murid-murid dengan lebih baik kedepannya.

 

 

Â