0 menit baca 0 %

Kepala Kantor Kemenag Meranti Pantau Pelaksanaan MQKN 2025: Dorong Santri Kuasai Kitab Kuning sebagai Kader Ulama Masa Depan

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sulman, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2025 di Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang, Selasa (17/6/2025).MQKN merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang...

Meranti(Kemenag)— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sulman, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2025 di Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang, Selasa (17/6/2025).

MQKN merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia, termasuk Asia Tenggara, dalam rangka mengasah kemampuan membaca, memahami, serta menyampaikan kandungan kitab kuning secara komprehensif. Tahun ini, pelaksanaan MQKN dilaksanakan secara Computer Based Test (CBT), yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dalam sistem penilaian dan seleksi peserta.

Pemantauan dilakukan pada bidang lomba Akhlaq, jenjang Marhalah Wustha, dengan dua santri sebagai perwakilan dari Pondok Pesantren Darul Fikri, yaitu:

• Ghina Rafifa Amanda (Putri)

• Muhammad Rizki Akhbar (Putra)

Dalam keterangannya, Kepala Kantor Kemenag Meranti menyampaikan bahwa MQKN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya strategis dalam kaderisasi ulama dan tokoh agama di masa depan.

“MQKN adalah ruang lahirnya generasi ulama dan intelektual muslim. Melalui kitab kuning, para santri dibentuk tidak hanya dalam pemahaman ilmu agama, tetapi juga dalam adab, akhlak, dan ketajaman berpikir. Kita sangat bangga dan mendukung penuh santri dari Meranti yang turut ambil bagian,” ungkap Sulman.

MQKN 2025 juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarpondok pesantren baik di tingkat nasional maupun Asia Tenggara, sebagai bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan persatuan umat Islam melalui kajian keilmuan klasik Islam.

Diharapkan melalui ajang ini, semangat santri dalam mendalami khazanah keislaman klasik semakin tumbuh, dan mampu membawa manfaat bagi masyarakat serta dunia Islam secara luas. (T)