Rokan Hulu ( Inmas ) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Zakat se Provinsi Riau, Sabtu ( 06/03 ) di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau.
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS dan Sekretaris Jenderal BAZNAS pusat, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Ketua BAZNAS Provinsi Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se- Provinsi Riau, Kabag Kesra Kabupaten/Kota se Provinsi Riau dan Ketua BAZ Kabupaten/Kota se- Provinsi Riau.
Dalam sambutannya, ketua BAZNAS Provinsi Riau memaparkan bahwa walaupun sedang berada di tengah wabah Covid-19 namun capaian pengumpulan zakat kita naik dari Rp. 9,5 Miliyar pada tahun 2019 menjadi Rp. 15 miliyar pada tahun 2020.
Pada masa covid ini BAZNAS Provinsi Riau juga memberikan bantuan pelunasan tunggakan SPP anak anak2 sekolah dan madrasah se Provinsi Riau yang jumlahnya mencapai milyaran Rupiah.
Selanjutnya BAZNAS Provinsi Riau sudah mempromosikan rumah singgah untuk orang - orang yang kurang mampu yang datang ke ibukota Provinsi Riau,
“ mereka dilayani bukan saja akomodasinya tetapi ditanggung konsumsi dan kebutuhan lainnya “ Ungkapnya.
Terakhir Ketua BAZNAS Provinsi Riau menyampaikan apresiasi setinggi - tingginya kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Siak yang mampu mengumpulkan Zakat melebihi capaian BAZNAS Provinsi Riau, dan ketua BAZNAS Kabupaten Indragiri Hulu yang walaupun tanpa bantuan Pemda Masih mampu mengumpulkan dana Zakat milyaran rupiah.
Selanjutnya Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau menyampaikan bahwa Provinsi Riau mendapat keberkahan dengan hadirnya Wakil ketua dan Sekretaris Jenderal BAZNAS pusat di Provinsi Riau sejak tanggal 7 Maret sehingga dapat melakukan pembinaan di Kabupaten/Kota terutama di Kabupaten Kampar.
Pada kesempatan yang sama Kepala Biro Kesra Provinsi Riau menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Riau sangat komit dengan pengelolaan zakat yang terbukti dengan lahirnya instruksi gubernur Riau nomor : 1 Tahun 2019 tentang pemungutan zakat dari ASN Provinsi Riau.
“Selama ini pengumpulan zakat lebih banyak diperoleh dari kalangan ASN, maka ke depan bagaimana perusahaan2 dapat berpartisipasi dalam mengeluarkan zakat” ungkap Kepala Biro Kesra.
Selanjurnya beliau menyampaikan bahwa untuk membujuk ASN supaya berzakat perlu seni tersendiri, sehingga tanpa disadari ASN yang pada mulanya enggan mengeluarkan zakat menjadi sadar zakat.
Terakhir beliau menyampaikan agar ada komitmen barsama dalam memajukan pengelolaan zakat di Kabupaten kota, antara Ketua BAZNAS, Kepala Kantor Kemenag dan Kabag Kesra Kabupaten/Kota dalam Provinsi Riau.
Sebagai pemungkas Ketua BAZNAS Pusat yang diwakili oleh Wakil Ketua menyampaikan bahwa capaian pengumpulan dana Zakat BAZNAS naik 30 ?ri tahun sebelumnya, namun menurut beliau Wapres belum menganggap kenaikan itu signifikan sebelum mencapai Rp. 1 Triliun/ tahun.
BAZNAS akan bersedia menjembatani ketua BAZNAS untuk berkolaborasi dengan Pemda setempat demi memajukan pengelolaan Zakat di Kabupaten/Kota.
Beliau juga menyampaikan bahwa BAZNAS pusat telah memberikan beasiswa S2 dan S3 di seluruh dunia
Pada kesempatan itu beliau juga menyampaikan bahwa Presiden RI sangat berharap terhadap BAZNAS RI untuk meningkatkan ekonomi Indonesia bahkan beliau bersedia menandatangani Perpres tentang pengelolaan zakat yang bukan hanya ASN yang diwajibkan berzakat tetapi juga karyawan BUMN dan BUMD
Wakil ketua BAZNAS menyampaikan prinsip tata kelola Zakat, yaitu aman syar'i, aman regulasi dan aman NKRI
Pada bulan Ramadhan nanti akan dilaunching gerakan cinta zakat oleh Presiden RI dan diikuti oleh gubernur di setiap Provinsi yang meliputi penguatan regulasi BAZNAS, program labelisasi taat zakat, optimalisasi di Kementerian/lembaga, TNI/Polri dan BUMN/D yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan dan penanggulangan Covid-19.
Terakhir beliau mengingatkan kepada seluruh ketua BAZNAS Kabupaten/kota untuk :
1. Jangan merasa segan untuk masuk ke kantor pemerintah
2. Organisasi ini bukan organisasi ilegal, tapi lembaga non struktural yang dibentuk oleh pemerintah
3. Hilangkan egosentris.
Beliau juga menyampaikan bahwa untuk memutus mata rantai kemiskinan itu adalah pendidikan, jadi harus dimaping orang2 yang harus diorbitkan untuk menjadi tenaga skill.***(Syh/Eel)