Mandau (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Khaidir, membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Da i dan Da iyah Tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2025 yang dipusatkan di KUA Kecamatan Mandau, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari para da i dan da iyah se-Kabupaten Bengkalis.
Acara pembukaan dipandu oleh Pohan dihadiri sejumlah tokoh dan undangan, di antaranya Kepala KUA Kecamatan Mandau, Kapolsek Mandau, Ketua Yayasan Mubalig bina umat, Ketua Yayasan Mubalig Bina Umat, Kasi Bimas Islam, serta para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Mandau, Batin Solapan, dan Pinggir. Kehadiran berbagai elemen ini menambah khidmat suasana kegiatan.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Bengkalis menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kompetensi para da i dan da iyah dalam menyampaikan dakwah di tengah masyarakat.
Dakwah adalah sarana untuk mengajak umat pada kebaikan. Maka dari itu, kita harus menghindari perpecahan, menghindari pertikaian, dan justru merangkul jamaah dengan penuh kasih sayang. Jadikanlah jamaah kita sebagai jamaah yang rahmatan lil alamin, serta sampaikanlah pemahaman yang benar dengan cara-cara yang hikmah dan bijaksana, pesan Khaidir.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa seorang da i tidak hanya dituntut fasih dalam menyampaikan materi, tetapi juga harus menjadi teladan dalam perilaku sehari-hari. Dengan cara itu, pesan dakwah akan lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Bengkalis juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan acara dengan baik.
Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras demi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pembinaan ini memberi manfaat yang nyata bagi para da i dan da iyah di Kabupaten Bengkalis, ujarnya.
Acara pembinaan da i dan da iyah ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah, meningkatkan kualitas dakwah, serta membekali para dai dengan pemahaman yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman, sehingga tercipta masyarakat yang damai, sejuk, dan penuh keberkahan.