0 menit baca 0 %

Kepala Kemenag Inhil Ikuti Rakor Penyusunan Pagu Anggaran dan Renstra 2025-2029

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Harun menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Pagu Alokasi Anggaran Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama Tahun 2025-2029.

Tembilahan (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Harun menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Pagu Alokasi Anggaran Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama Tahun 2025-2029. Kegiatan yang digelar di Prime Park Hotel & Convention Pekanbaru ini berlangsung pada Kamis-Jumat (25-26 September 2025) dan diikuti oleh 166 peserta dari seluruh satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Riau.

Rakor ini bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja Kemenag di seluruh wilayah Riau, khususnya dalam hal perencanaan anggaran. Selain H. Harun, perwakilan dari Kemenag Inhil yang turut hadir adalah Bagian Perencana Ahmad Syauqi, kepala madrasah negeri, termasuk MIN, MTsN, dan MAN. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Kemenag Inhil dalam memastikan setiap satuan kerja memiliki perencanaan yang matang dan terukur.

Sebagai narasumber utama, Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI, H. Muhammad Ikbal, memberikan paparan mendalam mengenai sistematika penulisan renstra. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara dokumen perencanaan dan realisasi anggaran. "Renstra harus selaras dengan visi-misi Kemenag dan mengacu pada program-program prioritas. Tujuannya agar anggaran yang kita gunakan lebih efektif dan terukur," jelasnya. Paparan ini menjadi panduan penting bagi setiap satuan kerja, termasuk Kemenag Inhil, dalam menyusun dokumen perencanaan yang akuntabel.

Rakor ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau, H. Muliardi, pada Kamis sore (25/9/2025). Dalam sambutannya, H. Muliardi menyampaikan kabar membanggakan. "Kanwil Kemenag Riau berhasil meraih peringkat ke-2 di Sumatera dalam realisasi pembangunan," ungkapnya.

Capaian ini, menurutnya, didorong oleh program rehabilitasi dan revitalisasi bangunan yang masif. Tahun ini, sebanyak 73 satuan kerja di Riau mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp100 miliar. Hal ini berdampak signifikan pada peningkatan fasilitas madrasah di Riau, membuatnya semakin representatif dan mampu bersaing dengan sekolah umum.

H. Muliardi juga menyebutkan beberapa madrasah yang telah merasakan manfaat program ini, seperti MTsN 3 Pekanbaru, MTsN 2 Dumai, serta MTsN 1 dan 2 Indragiri Hilir. "Madrasah kita kini lebih layak secara fasilitas. Program ini tidak hanya menyentuh madrasah negeri, tetapi juga swasta, bahkan hingga ke daerah 3T," pungkasnya.

Dengan adanya Rakor ini, diharapkan seluruh satuan kerja di bawah Kemenag Riau, termasuk di Kabupaten Inhil, dapat menyusun pagu anggaran dan renstra yang sejalan dengan prioritas nasional, sehingga program-program strategis dapat terlaksana dengan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.  (Ria)