0 menit baca 0 %

Kepala Kemenag Inhu dan Jajaran Lakukan Takziah, Wujud Empati dan Solidaritas Keluarga Besar Kemenag

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Suasana duka menyelimuti keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu. Pada momen penuh keprihatinan ini, Kepala Kantor Kemenag Inhu, Darwison, bersama sejumlah pegawai dan pejabat struktural, melakukan takziah ke rumah duka Kepala KUA Kecamatan Pasir Penyu, H.

Indragiri Hulu (Kemenag) – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu. Pada momen penuh keprihatinan ini, Kepala Kantor Kemenag Inhu, Darwison, bersama sejumlah pegawai dan pejabat struktural, melakukan takziah ke rumah duka Kepala KUA Kecamatan Pasir Penyu, H. Arifin, yang baru saja kehilangan ibunda tercinta.

Takziah dilakukan secara langsung di kediaman almarhumah pada awal pekan ini. Turut hadir dalam rombongan takziah tersebut Kepala Subbag Tata Usaha, Ehirdamri, Kepala KUA Kecamatan Rengat Barat, Yusrianto, serta sejumlah pegawai KUA Rengat Barat lainnya.

Dalam suasana haru, Darwison menyampaikan belasungkawa mendalam dan menguatkan H. Arifin beserta keluarga agar tetap tabah dan sabar menghadapi ujian ini.

"Kami datang sebagai keluarga besar Kemenag. Kehilangan orang tua adalah duka yang dalam, dan sudah sepatutnya kita hadir untuk saling menguatkan," ujar Darwison.

Ia menambahkan bahwa kehadiran bersama ini bukan sekadar bentuk simpati, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan yang selama ini dijunjung tinggi di lingkungan Kementerian Agama.

"Kami ingin menunjukkan bahwa di Kemenag, kita tidak hanya bekerja bersama, tapi juga saling menopang dalam suka maupun duka," tambahnya.

Takziah berlangsung dengan khidmat. Setelah doa bersama, para pegawai menyempatkan waktu untuk berbincang dan memberikan dukungan moril kepada H. Arifin dan keluarga.

Kepala KUA Pasir Penyu, H. Arifin, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung dari pimpinan serta rekan-rekan sejawat.

"Kehadiran Bapak Kepala dan seluruh rekan-rekan Kemenag sangat berarti bagi kami. Ini meringankan beban duka kami dan memperkuat semangat untuk tetap tegar," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Momen ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi tak hanya diukur dari kinerja, tetapi juga dari solidaritas dan empati antar anggotanya, terutama dalam menghadapi masa-masa sulit.