0 menit baca 0 %

Kepala Kemenag Inhu Ikuti Breakfast Meeting Virtual Bersama Menteri Agama

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, mengikuti Breakfast Meeting secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Menteri Agama RI pada Selasa (26/8/2025). Pertemuan daring tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait program dan arah kebijakan...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, mengikuti Breakfast Meeting secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Menteri Agama RI pada Selasa (26/8/2025). Pertemuan daring tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait program dan arah kebijakan Kementerian Agama.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digagas oleh Kementerian Agama sebagai sarana komunikasi langsung antara Menteri Agama dengan jajaran pimpinan Kemenag di daerah. Melalui forum ini, para kepala kantor dapat menyampaikan laporan, mendapatkan arahan, serta memperkuat koordinasi dalam menjalankan program prioritas kementerian.

Kepala Kemenag Inhu, Darwison, menyampaikan bahwa forum virtual ini sangat penting untuk menyamakan langkah, khususnya dalam menghadapi tantangan pelayanan umat di daerah.

“Melalui breakfast meeting ini, kami bisa mendapatkan arahan langsung dari Menteri Agama terkait isu-isu strategis. Hal ini menjadi pedoman bagi kami di daerah untuk menerjemahkan kebijakan pusat ke dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Darwison.

Ia menambahkan, berbagai isu yang dibahas tidak hanya menyangkut program pendidikan dan pelayanan keagamaan, tetapi juga penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan digital, serta transparansi tata kelola kelembagaan.

“Kemenag di daerah harus mampu hadir sebagai pelayan umat yang profesional dan akuntabel. Untuk itu, kami berkomitmen menindaklanjuti arahan Menteri Agama demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Indragiri Hulu,” tambahnya.

Dengan adanya pertemuan virtual ini, diharapkan koordinasi antara pusat dan daerah semakin solid sehingga program Kementerian Agama dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

(Reski)