Kuansing (Kemenag) Penguatan peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik menjadi sorotan utama saat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon, memberikan materi pada kegiatan Penguatan Kompetensi Kepala Labor Pendidikan Agama Islam (PAI), Rabu (17/12/2025), di SMP Negeri 6 Kuantan Singingi. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada internalisasi Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama dalam praktik pembelajaran PAI.
Dalam pemaparannya, Suhelmon menegaskan bahwa Asta Protas tidak boleh berhenti pada tataran konsep dan hafalan. “Guru PAI tidak cukup hanya tahu delapan program prioritas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam cara berpikir, cara mengajar, budaya kelas dan sekolah, serta program keagamaan yang berdampak langsung pada peserta didik dan masyarakat,” tegasnya di hadapan para peserta diklat.
Lebih lanjut, Suhelmon menjelaskan bahwa sebelum mengimplementasikan delapan program prioritas, guru PAI perlu meneguhkan sejumlah nilai pokok. Nilai tersebut meliputi kerukunan dan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa, kepedulian terhadap lingkungan melalui perspektif ekoteologi dengan menempatkan manusia sebagai khal?fah fi al-ar?, profesionalisme dan integritas guru sebagai teladan akhlak, serta kemampuan berpikir kritis dan melek digital di tengah perkembangan teknologi informasi.
“Guru PAI hari ini harus mampu memanfaatkan teknologi, tetapi sekaligus mengajarkan etika bermedia kepada peserta didik. Inilah tantangan sekaligus peluang kita,” ungkap Suhelmon.
Dalam konteks pembelajaran, Suhelmon menguraikan internalisasi Asta Protas Kementerian Agama yang dapat diterapkan oleh guru PAI, antara lain melalui penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, pengembangan ekoteologi, penyelenggaraan layanan keagamaan yang berdampak nyata, penciptaan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi, serta penumbuhan budaya berpikir kritis dan literasi digital di lingkungan sekolah.