Meranti(Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Sulman, membuka secara resmi kegiatan Gelar Karya Project Basic Learning dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) di MAN 1 Kepulauan Meranti, Kamis(13/11).
Kegiatan yang mengangkat tema “Gaya Hidup Berkelanjutan dan Kewirausahaan” ini dikemas menarik dengan tajuk “Inovasi Kuliner Sehat dan Mengolah Limbah Menjadi Berkah”, menampilkan berbagai kreativitas siswa madrasah dalam bentuk parade busana adat, bazar produk kreatif, serta pameran karya pengelolaan limbah dan kuliner sehat hasil olahan peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Sulman menyampaikan apresiasi kepada pihak madrasah atas inisiatif dan kreativitas yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata dari implementasi pendidikan karakter di madrasah. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menjaga lingkungan, berinovasi, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Sulman juga menegaskan bahwa tema yang diangkat selaras dengan nilai-nilai moderasi beragama, di mana pelajar madrasah diajak untuk peduli terhadap lingkungan dan memiliki semangat kewirausahaan yang beretika.
"Gaya hidup berkelanjutan bukan sekadar tren, tapi bagian dari ajaran agama untuk menjaga bumi sebagai amanah Allah. Dengan inovasi dan kerja keras, limbah bisa menjadi berkah, dan kemandirian bisa menjadi jalan menuju keberkahan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti, Nuryaningsih, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas antusiasme seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini.
"Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan luar biasa dari guru, siswa, dan orang tua. Melalui Gelar Karya ini, kami ingin menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan,” tutur Nuryaningsih.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Komite MAN 1 Kepulauan Meranti, Ahmad Kamal, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi upaya madrasah dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Inilah bentuk pendidikan yang sesungguhnya, membangun karakter sekaligus melatih keterampilan hidup,” ujarnya.
Kegiatan Gelar Karya ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, dan masyarakat. Berbagai hasil karya siswa seperti produk kuliner sehat, kerajinan tangan dari bahan daur ulang, hingga inovasi kreatif lainnya menjadi daya tarik utama kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha, kepedulian terhadap lingkungan, serta karakter rahmatan lil alamin yang menjadi ciri khas madrasah. (t)