Bantan (Inmas) - Kepala KUA
Kec. Bantan H. Nasuha mengadiri acara khataman al Quran murid RA Raudhotul Ulum
Desa Bantan Air Rabu, 1 Mei 2024 di Masjid Raudhotul Ulum Desa Bantan Air.
Kegiatan khataman al Quran
merupakan salah satu upacara adat yang biasa dilakukan sebagai bentuk ungkapan
rasa syukur atas prestasi murid RA yang sudah mampu membaca dan menamatkan dari
30 juz dari kitab al Quran. Kepandaian membaca al Quran dalam masyarakat
merupakan suatu keharusan dan kebanggaan dalam keluarga.
Ditengah-tengah masyarakat,
kemampuan seorang anak membaca al Quran dengan baik memiliki nilai penghargaan
yang sangat tiggi. Hal ini disebabkan hampir semua aktivitas dalam masyarakat
muslim sangat kental dengan kebiasaan membaca al Quran. Seseorang baru dianggap
tokoh masyarakat bila dia terbiasa dan mampu membaca al Quran.dengan baik.
Bagi anak, bila sudah mampu
dan tamat membaca al Quran., biasanya orang tua ingin sekali untuk dikhatamkan.
Begitupun lembaga tempat anak mengaji atau belajar al Quran. tersebut sebagai
bentuk kegembiraan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Tahun ini keluaraga besar RA
Raudhotul Ulum Bantan Air, melakukan tasyakkur yang dikemas dalam satu acara
Khataman al Quran.
Sejak dini, keimanan memang
harus ditanamkan. Pemahaman akan kitab suci al Quran memang harus menjadi
prioritas utama. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah RA Raudhotul Ulum Siti
Salasiah, dalam kata sambutannya mengatakan "Adapun tujuan diadakannya
Khatam al Quran. ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT,
sebagai salah satu upaya untuk melihat dan mengukur kemampuan anak dalam
membaca al Quran. untuk tingkat dasar dan terakhir sebagai motivasi bagi anak
siswa yang belum Khatam".
“Selain itu, acara ini juga mempunyai motto Taqwa, Cerdas dan Terampil, maka
mempelajari al Quran itu penting. Bukan hanya sekedar mengetahui cara
membacanya, tapi juga mengkhatamkan dan mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari," Ujar Siti Salasiah lagi
Selain mengkhatamkan al Quran,
sekolah juga membekali para murid dengan ilmu untuk menyempurnakan amal.
Mengamalkan Alquran dipandang penting, sebab generasi muda banyak yang
tergelincir pada jalan hidup yang salah karena tak punya pedoman hidup yang
benar.
Acara khataman ini merupakan
program Tahunan RA Raudhotul Ulum Tahun 2024
dengan jumlah 43 orang siswa yang mengkutinya.
"Bagi murid yang sudah
mengenal bacaan al Quran dari awalnya, maka program pembelajaran akan
dimatangkan lagi,". Program ini didukung oleh pendidikan RA yang memiliki
pengajar yang telah menguasai ilmu bacaan al Quran, sehingga proses
pembelajaran lebih lancar. Siti Salasiah melanjutkan
Siti Salasiah berharap agar
siswa yang belum khatam supaya melanjutkan di rumah dengan bimbingan orangtua.
Belajar butuh konsistensi berkelanjutan, dan murid membutuhkan sokongan dari
orang tuanya, karena sekolah hanya bisa menghantarkan mereka sampai mereka
mampu membaca Alquran.
"Dari yang tadinya sama
sekali tidak mampu membaca Alquran menjadi mengerti. Kepada anak-anak, khatam
Alquran bukan berarti selesai. Namun, jauh lagi perlu kita mengamalkan dalam
kehidupan sehari-hari". Pungkas Siti Salasiah