0 menit baca 0 %

Kepala KUA Kec. Bantan Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Arraudhah Selatbaru.

Ringkasan: Bantan  (Kemenag) - Kepala KUA Kec. Bantan H. Nasuha menghadiri peringatan Isra dan Mi raj Nabi Muhammad SAW 1446 H di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan tepatnya di Madjid  Arraudhah Selatbaru Kamis malam, 30/01/2025.Peringatan tersebut juga dihadiri oleh Camat Bantan Rafli Kurniawan, Kasubag TU Keme...

Bantan  (Kemenag) - Kepala KUA Kec. Bantan H. Nasuha menghadiri peringatan Isra dan Mi raj Nabi Muhammad SAW 1446 H di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan tepatnya di Madjid  Arraudhah Selatbaru Kamis malam, 30/01/2025.

Peringatan tersebut juga dihadiri oleh Camat Bantan Rafli Kurniawan, Kasubag TU Kemenag Bengkalis H. Zulkarnaen, Kepala Desa se-Kecamatnan Bantan, Perangkat Desa, Tokoh agama dan tokoh Masyarakat, Jamaah Masjid serta warga sekitarnya.

Ustadz Perhimpunan Rambe yang di undang khusus dari kota Bengkalis berkesempatan menyampaikan tausiyah peringatan Isra dan Mikraj tersebut. Ustadz Perhimpunan Rambe memaparkan hikmah dari peristiwa Isra dan Mi raj Nabi Muhammad SAW. terutama dalam pelaksanaan perintah sholat.

Banyak sekali hikmah yang di dapat dalam peristiwa Isra dan Mi raj ini. Kejadian yang berlangsung pada 27 Rajab di tahun kedelapan kenabian itu merupakan peristiwa perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Kota Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina hingga naik ke langit ke tujuh di Sidratul Muntaha hanya dalam satu malam , Jelas Ustdaz Parhimpunan Rambe.

Jika dipikikan dengan logika perjalanan ini terasa tidak masuk akal, namun umat Islam harus mengimaninya karena terdapat keterangan dari hadist-hadist yang shahih dan juga tertulis dalam Al-Qur an , lanjut Ustadz Perhimpunan Rambe.

Ustadz Perhimpunan Rambe juga menjelaskan Bahwasanya amalan hamba yang pertama yang akan di hisab di hari akhir adalah sholat. Apabila baik sholat seorang hamba maka amalan yang lain turut baik, sebaliknya jika sholatnya tidak baik maka yang lainnya tidak baik .

Kesimpulan bahwa sholat adalah perintah yang saat penting yang tak dapat ditinggalkan dan menjadi barometer dari perilaku kita dihari akhirat kelak. Acara ditutup dengan doa yang langsung di pimpin oleh Ustad Perhimpunan Rambe.