0 menit baca 0 %

Kepala KUA Kec. Bukit Batu Resmikan dan Sampaikan Materi di Pesantren Kilat Karang Taruna Kelurahan Sungai Pakning

Ringkasan: SUNGAI PAKNING (Inmas)  - Kepala KUA Kec. Bukit Batu Ahmad Syahril, S.Ag membuka secara resmi kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Kelurahan Sungai Pakning Rabu, 20 Maret 2024 di Masjid Raya Al Amin Sungai Pakning. Selain meresmikan pesantren kilat, Ahmad Syahril juga memb...

SUNGAI PAKNING (Inmas)  - Kepala KUA Kec. Bukit Batu Ahmad Syahril, S.Ag membuka secara resmi kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Kelurahan Sungai Pakning Rabu, 20 Maret 2024 di Masjid Raya Al Amin Sungai Pakning.

 

Selain meresmikan pesantren kilat, Ahmad Syahril juga memberikan materi bersama Lurah Sungai Pakning dan Kapolsek Kec. Bukit Batu dengan materi dan waktu yang telah ditentukan oleh panitia pesantren kilat.

 

Di hadapan 140 siswa terdiri dari 50 siswa SLTP dan 90 Siswa SLTA  Ahmad Syahril berharap kegiatan pesantren kilat ini berjalan dengan baik dan lancar  serta memberikan dampak positif dan penambahan  ilmu pengetahuan bagi peserta pada khususnya dan kepada kota Sungai Pakning pada umumnya.

 

“Dengan momen Ramadhan dan kegiatan pesantren kilat ini marilah  kita bersama menambah wawasan keagamaan dan melakukan instrospeksi diri demi mempersiapkan generasi yang  tangguh demi menghadapi tantangan zaman yang penuh dengan persaingan. Menuntut dan mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan itu harus, menguatkan dan meneguhkan iman dalam menghadapi kehidupan itu wajib. Oleh karena itu Jadilah generasi yang bisa di pakai dan di harapkan oleh agama, bangsa dan negara”. Ungkap Ahmad Syahril.

 

“Walaupun pelaksanaan kegiatan  pesantren ini dilaksanakan secara kilat dari pukul 07.00 WIB s/d 17.00 WIB paling  tidak adik-adik semua sudah pernah menyandang gelar santri yakni santri di pesantren kilat Ramadhan 1445 H Karang Taruna Keluarahan Sungai Pakning”. Gurau Ahmad Syahril.

 

“Adik-adik pelajar sekalian selaku Kepala KUA saya mengingatkan hindarilah dari pernikahan dini. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang biasanya terjadi di bawar umur dan paling banyak terjadi akibat pergaulan bebas. Pernikahan dini biasanya hanya akan membuat para pelajar yang seharusnya masih di bangku sekolah tapi kini terpaksa mengurus rumah tangga. Selanjutnya rumah tangga itu akan rentan terjadinya kekerasan. Ini akibat itu tadi cara berpikirnya yang belum matang sehingga ujung-ujungnya akan berakhir dengan perceraian”. Tutup Ahmad Syahril.