0 menit baca 0 %

Kepala KUA Kec. Lubuk Batu Jaya Saerozi, S.Ag Pengukuran Arah Kiblat (Rashadul Kiblat/Istiwa a zam) Dalam Rangka Hari Sejuta Kiblat

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Selasa 28 Mei 2024, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Batu Jaya Saerozi, S.Ag., MH bersama Penyuluh Agama Islam Kec. Lubuk Batu Jaya melaksanakan Pengukuran Arah Kiblat Mushalla Darul Jannah, Desa Pondok Gelugur dengan menggunakan Rashadul Kiblat/Istiwa a zam)...

Indragiri Hulu, (Inmas). Selasa 28 Mei 2024, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Batu Jaya Saerozi, S.Ag., MH bersama Penyuluh Agama Islam Kec. Lubuk Batu Jaya melaksanakan Pengukuran Arah Kiblat Mushalla Darul Jannah, Desa Pondok Gelugur dengan menggunakan Rashadul Kiblat/Istiwa a zam), yakni fenomena matahari tepat di atas Ka bah, sehingga semua bayangan dari benda yang tegak lurus akan mengarah ke kiblat. Alhamdulillah, arah kiblat mushalla tersebut sesuai/tepat diposisinya, ujar Saerozi.Kegiatan merupakan implementasi pencanangan Hari Sejuta Kiblat, kegiatan inovasi dari Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, tambahnya.

Hari Sejuta Kiblat merupakan kegiatan inovasi dari Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Dirjen Bimas Islam Kemenag RI. Acara ini ingin menjadikan arah kiblat sebagai spirit untuk persatuan umat Islam di Indonesia.

Tujuan dan makna Hari Sejuta Kiblat: Pertama Kesatuan; Menguatkan ikatan dan rasa kebersamaan umat Islam di seluruh Indonesia melalui fokus yang sama terhadap arah kiblat. Kedua, Refleksi: Memberi kesempatan untuk merenungkan makna dan orientasi kiblat dalam kehidupan spiritual kita. Ketiga, Edukasi. Meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda tentang arah kiblat dan cara menentukannya. Keempat, Pencatatan Rekor MURI: Membuar Rekor MURI kegiatan mengukur arah kiblat dalam satu hari dengan jumlah lebih dari satu juta masyarakat yang terlibat. 

Pentingnya memahami arah kiblat yakni, pertama Panduan Ibadah. Mengetahui arah kiblat yang tepat memastikan keabsahan dan kesempurnaan pelaksanaan ibadah, terutama shalat. Kedua, Identitas Umat. Menghadap kiblat menjadi symbol kesatuan dan kebersamaan umat Islam di seluruh dunia. Ketiga, Penghormatan. Mengarahkan diri ke kiblat merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Keempat, Jati Diri. Memahami arah kiblat memperkuat jati diri dan kesadaran akan identitas Islami.(tulang)