0 menit baca 0 %

Kepala KUA Kecamatan Bengkalis Hadiri PPKS, Diharapkan Mampu Jadi Solusi Permasalahan Keluarga

Ringkasan: Bengkalis (Inmas) - Kepala KUA Kecamatan Bengkalis, Suhardi, S.Ag, menghadiri acara Penguatan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi Riau pada Selasa, 16 Januari 2024.

Bengkalis (Inmas) - Kepala KUA Kecamatan Bengkalis, Suhardi, S.Ag, menghadiri acara Penguatan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi Riau pada Selasa, 16 Januari 2024.  

Acara yang berlangsung di Balai Penyuluh di Desa Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau tersebut menghadirkan dua narasumber dari DPPKB Provinsi Riau, yaitu H. Said Masri, SH, M.Si, dan DR. Alti Idah Anugrah, MM.

Dalam pemaparannya, narasumber mengatakan bahwa PPKS merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat berupa pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), konseling dan rujukan dalam permasalahan keluarga secara gratis dan berbasis institus.

"PPKS ini sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi permasalahan keluarga yang semakin kompleks. Melalui PPKS, masyarakat dapat memperoleh informasi dan edukasi yang tepat tentang keluarga, serta mendapatkan konseling dan rujukan yang dibutuhkan," kata Dr.Alti

Sementara itu, H. Said Masri mengatakan bahwa PPKS merupakan salah satu program prioritas DPPKB Provinsi Riau. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga, sehingga dapat menjadi keluarga yang sejahtera dan bahagia.

"PPKS ini merupakan program yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera dan bahagia. Oleh karena itu, kami berharap agar PPKS ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," kata H. Said Masri.

Pada kesempatan tersebut, H. Said Masri dan DR. Alti Idah Anugrah juga memberikan materi tentang berbagai permasalahan keluarga, serta cara-cara mengatasinya. Materi yang disampaikan antara lain tentang pernikahan, kesehatan reproduksi, kependudukan, dan kesejahteraan keluarga.

Acara yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh para penyuluh KB, kader KB, dan masyarakat umum.