Kampar (Kemenag)- Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Koto Kampar Hulu Daswarni mengukuhkan Persatuan Majelis Taklim (Permata ) An Nur Desa Persiapan Kobuo Panjang Kecamatan Koto Kampar Hulu bertempat di Mushalla Al Muhsinin
Ketua BKMT Kecamatan Koto Kampar Hulu Daswarni dalam sambutannya mengatakan, tidak mudah untuk bisa menjadi Pengurus Majlis Taklim, karena dibutuhkan pemikiran dan waktu yang luang. Namun, jika melihat SDM yg ada, ia optimis Majelis Taklim An Nur bisa mewujudkan visi misi Majelis Taklim dalam menciptakan dan memakmurkan masjid untuk sama sama belajar mengaji Al Quran.
"Mari jadikan Majlis taklim sebagai instrumen untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa, khususnya dalam menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah". ucap Daswarni
Pengukuhan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang sudah diagendakan dan turut dihadiri oleh Ketua Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kecamatan Koto kampar Hulu Daswarni beserta pengurus, Beliau menyampaikan kepada Pengurus yang dikukuhkan selamat kepada ketua dan pengurus Permata yang baru saja dikukuhkan semoga dapat menjalan amanah ini dengan sebaik-baiknya
"Tentu tanggung jawab yang besar dalam pembangunan nasional khususnya di bidang keagamaan perannya sangat dibutuhkan ditengah masyarakat ungkap Daswarni
Turut hadir dalam acara pengukuhan ini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) KecamatanKoto Kampar Hulu Masnur . Dalam kesempatan ini Beliau berharap agar pengurus yang dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan maksimal, mewujudkan visi misi Majelis Taklim.
Selanjutnya Masnur memberikan tausiah dalam memperingari Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H.
Bunda Siti Khadijah merupakan wanita yang istimewa dan mulia. Beliau bahkan menerima salam khusus dari Allah Ta’ala karena ketulusannya untuk taat kepada Allah.
Lantas apa saja yang bisa kita lakukan untuk meneladani sosok Bunda Siti Khadijah? Berikut diantaranya;
1. Memiliki akhlak yang mulia
Siti Khadijah tidak memiliki sifat tercela. Dalam kesehariannya, Bunda Khadijah
tak pernah menyakiti orang lain. Begitu mulianya sifat beliau hingga mendapat
gelar Sayyidah Nisa’ Quraisy (pemuka perempuan Quraisy).
2. Selektif memilih pasangan
Dalam memilih pasangan, Siti Khadijah tak hanya menilai dari fisik, besarnya
aset, atau kedudukan dalam kafilah, melainkan keutamaan dan nilai-nilai luhur.
Karena itu, beliau melamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, karena kagum
dengan adab dan akhlak beliau.
3. Istri yang penuh kasih
Dengan kelembutan hatinya, Siti Khadijah tak hanya menjadi sosok istri yang
menenangkan sang suami atas tekanan dan masalah yang datang, tapi juga sosok
yang memberi ketenangan.
Seperti saat Rasulullah pertama kali bertemu dengan Malaikat Jibril, beliau begitu ketakutan hingga seluruh tubuhnya gemetar. Saat itu, dengan lembut Khadijah memeluk Rasulullah dan menenangkannya.
4. Bijaksana dalam memutuskan perkara
Tak hanya menjadi pendamping yang menenangkan, Siti Khadijah juga menjelma
menjadi penasihat yang bijaksana dalam melihat suatu perkara yang dihadapi
Rasulullah.
5. Siap berkorban
Siti Khadijah tak pernah ragu mengorbankan harta, tenaga, dan pikirannya untuk
mendukung syiar dakwah Islam yang dilakukan oleh Rasulullah.
Rasulullah berkata, “Dia (Khadijah) percaya pada saya ketika orang-orang lainnya tidak percaya. Dia memberi saya bagian dari kekayaannya ketika orang lain menolak saya (milik mereka). Allah memberi saya anak darinya, sementara Dia (Allah) menyangkal saya oleh selain dia (Khadijah).” (HR Ahmad)
6. Berhati lembut dan peduli sesame
Sosok Siti Khadijah juga dikenal mudah membagikan hartanya untuk orang yang
membutuhkan (Fatmi/Cicy Ags)