Mandau ( Kemenag) - Pondok Pesantren Al-Jauhar menjadi tuan rumah acara Serasehan dan Dialog tentang Peluang dan Tantangan Pesantren Terkini, sempena Hari Santri Nasional tahun 2025. Acara ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Mandau, tokoh masyarakat, dan para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Bengkalis ,Kamis (23/10/2025).
Acara ini bertujuan untuk membahas peluang dan tantangan yang dihadapi oleh pesantren di era digitalisasi saat ini. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, pesantren dituntut untuk dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan dakwah.
Kepala KUA Kecamatan Mandau dalam keterangannya menyatakan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. "Pesantren harus dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan dakwah, serta mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman," ujarnya.
Acara Serasehan dan Dialog ini juga membahas tentang pengembangan kurikulum yang modern, meningkatkan aksesibilitas pendidikan, dan mengatasi stereotip dan stigma tentang pesantren. Para peserta juga berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana pesantren dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Pesantren Al-Jauhar sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Dengan pendidikan yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan umum dan agama, pondok pesantren ini bertujuan untuk mencetak santri-santri yang siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran pesantren dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.