Siak (Inmas) - Walimatus safar Haji merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat di Indonesia sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Tradisi ini berupa acara syukuran sekaligus momen berpamitan jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Orang yang hendak menunaikan haji akan meminta dan memberi maaf dengan orang-orang terdekat.
Kepala KUA Kerinci Kanan, M. Bahir Abd. Basit, S.Ag beserta Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Kerinci Kanan, Sahrizal, S.Sos.I., Fakhrizal, S.Sos.I dan Asep Tata Tajudin, S.Th.I menghadiri acara Walimatus Safar Keluarga Bapak Mochammad Showwam Amin, SH di komplek Pondok Pesantren API Sayyid Jakfar Albarzanji Kampung Seminai Kecamatan Kerinci Kanan, Senin, (13/05/2024).
Bapak Mochamad Showwam Amin yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren API Sayyid Jakfar Albarzanji beserta Ibu Umiyati adalah calon jemaah haji Kabupaten Siak yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Sehingga melaksanakan Walimatus Safar sebagai bentuk syukuran dan memohon doa restu agar dimudahkan dalam menjalankan ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat.
Adapun yang memberikan hikmah Walimatus Syafar adalah Ustadz Ahmad Sirojul Munir, S.Ag., M.Sy dari kota Pekanbaru, mengawali pemberian hikmahnya Ustadz Munir menyampaikan bahwa ibadah haji mengandung nilai-nilai historis. "Ibadah haji mengandung nilai-nilai historis. Dari sejak mengenakan pakaian ihram yang melambangkan kezuhudan manusia sebagai latihan untuk kembali kepada fitrahnya yang asli, yaitu sehat dan suci-bersih", ujar Ustadz Munir dalam hikmahnya
Ustadz Munir mengumpamakan dengan pakaian seragam putih, mereka berkumpul melakukan Wukuf di ‘Arafah dimana Kata Wukuf berarti berhenti, sedang kata ‘arafah berarti naik-mengenali. Sehingga dari makna bahasa ini dapat diperoleh suatu hikmah, bahwa Ukuf di ‘Arafah pada hakekatnya adalah suatu usaha dimana secara fisik, tubuh kita berhenti di Padang ‘Arafah, lalu jiwa-spiritual kita naik menemui Allah. "Wukuf di ‘Arafah ini memberikan rasa keharuan dan menyadarkan kita akan yaumul mahsyar, yang ketika itu manusia diminta untuk mempertanggung jawabkan atas segala yang telah dikerjakannya selama di dunia," tukasnya
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Padang ‘Arafah itu, manusia insaf dengan sesungguhnya akan betapa kecilnya dia dan betapa agungnya Allah, serta dirasakannya bahwa semua manusia sama dan sederajat di sisi Allah, sama-sama berpakaian putih-putih, memuji, berdoa, sambil mendekatkan diri kepada Allah Tuhan semesta alam.
Dengan nilai-nilai historis ini, maka Ustadz Munir mengajak para hadirin untuk mendoakan dan memberikan restu agar Bapak Mochamad Showwam Amin dan Ibu Umiyati bisa melaksanakan ibadah haji dalam keadaan sehat dan kembali pun selamat serta menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. (Rz/Hd)