0 menit baca 0 %

Kepala KUA Mandau Hadiri Purnabakti Jawa Ismar, Guru Senior MA Darul Ulum

Ringkasan: Mandau  (Kemenag) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau, Saim, menghadiri acara Purnabakti  Jawa Ismar, guru senior Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum, yang digelar di Aula KUA Kecamatan Mandau pada Jumat (19/9/2025).  Jawa Ismar dikenal sebagai sosok pendidik teladan yang telah mengabdi...

Mandau  (Kemenag) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau, Saim, menghadiri acara Purnabakti  Jawa Ismar, guru senior Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum, yang digelar di Aula KUA Kecamatan Mandau pada Jumat (19/9/2025).  Jawa Ismar dikenal sebagai sosok pendidik teladan yang telah mengabdi berpuluh-puluh tahun di dunia pendidikan agama Islam.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Mandau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi  Jawa Ismar selama ini.

“Atas nama Kementerian Agama dan masyarakat, kami menyampaikan penghargaan yang setulusnya kepada  Jawa Ismar. Beliau telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi, khususnya di bidang pendidikan agama Islam. Pengorbanan dan jasa seorang guru akan selalu dikenang, dan insyaAllah menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir,” ujar Saim.

Acara purnabakti ini dihadiri oleh sekitar 20 orang guru agama dan pengawas pendidikan agama Islam. Suasana berlangsung khidmat, penuh rasa haru, sekaligus kebanggaan atas kiprah panjang  Jawa Ismar dalam mendidik generasi bangsa.

Doa penutup dipimpin oleh Muhammad Fahmi, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandau, yang memohonkan keberkahan dan kesehatan untuk  Jawa Ismar dalam menjalani masa purnabakti.

Di akhir acara, Kepala KUA Mandau juga memberikan tausiah singkat yang menekankan bahwa guru adalah aset berharga bangsa.

“Guru adalah pelita dalam kegelapan. Setiap tetes keringat dan setiap ilmu yang diajarkan akan selalu menjadi bekal bagi murid-muridnya. Guru adalah aset yang tak ternilai, dan jasa-jasanya akan terus hidup sepanjang masa,” tegasnya.

Acara purnabakti ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga wujud penghormatan dan penghargaan atas dedikasi seorang guru yang telah menorehkan jejak abadi dalam dunia pendidikan Islam di Mandau.