0 menit baca 0 %

Kepala KUA Mandau Tekankan Pentingnya Memenuhi Kebutuhan dalam Rumah Tangga pada Bimwin Mandiri Angkatan XIII Tahun 2025

Ringkasan: Mandau (Kemenag)  Keluarga yang harmonis tidak hanya berdiri di atas cinta, tetapi juga pada kemampuan pasangan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan bersama. Pesan inilah yang ditekankan oleh Kepala KUA Mandau, Saim, saat menyampaikan materi Memenuhi Kebutuhan Keluarga dalam kegiatan Bimbingan Per...

Mandau (Kemenag)  – Keluarga yang harmonis tidak hanya berdiri di atas cinta, tetapi juga pada kemampuan pasangan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan bersama. Pesan inilah yang ditekankan oleh Kepala KUA Mandau, Saim, saat menyampaikan materi “Memenuhi Kebutuhan Keluarga” dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan XIII Tahun 2025, Rabu (10/9/2025).

Di hadapan 15 pasangan calon pengantin (catin), Saim mengingatkan bahwa dalam menjalani rumah tangga, kebutuhan harus lebih diprioritaskan daripada sekadar keinginan. Menurutnya, banyak masalah rumah tangga bermula dari gaya hidup yang hanya mengejar keinginan, sementara kebutuhan pokok sering terabaikan.

“Hidup berumah tangga bukan hanya tentang memenuhi hasrat, tetapi bagaimana suami dan istri bijak mengatur kebutuhan. Ingat, kebutuhan lebih utama daripada keinginan. Di situlah letak kunci ketenteraman,” tegas Saim.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya musyawarah dalam rumah tangga. Setiap keputusan, baik yang kecil maupun besar, sebaiknya diambil bersama dengan penuh pengertian. “Musyawarah itu pondasi. Dengan musyawarah, rumah tangga akan lebih kokoh dan terarah menuju sakinah, mawaddah, warahmah,” tambahnya.

Sesi tersebut semakin hidup ketika Dea Salsabila, salah seorang peserta, mengajukan pertanyaan tentang kebutuhan nonfisik dalam rumah tangga. Dengan tenang, Saim menjelaskan bahwa kebutuhan nonfisik seperti kasih sayang, perhatian, komunikasi, dan penghargaan satu sama lain justru menjadi penopang utama kebahagiaan keluarga.

Pesan itu menyentuh banyak peserta, membuat mereka semakin memahami bahwa membangun keluarga sakinah bukan hanya perkara materi, tetapi juga tentang menghadirkan kehangatan, rasa aman, dan cinta yang tulus.

Dengan materi yang menggugah ini, para calon pengantin diharapkan tidak hanya siap membangun rumah tangga dari sisi lahiriah, tetapi juga batiniah, sehingga lahirlah keluarga yang benar-benar menjadi tempat bernaung, menenangkan, dan membahagiakan.