Pinggir (Kemenag) — Komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga terus diwujudkan hingga ke tingkat desa. Hal ini tampak dalam kegiatan Edukasi Masyarakat tentang Kesiapan Berkeluarga yang digelar oleh Pemerintah Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H., sebagai narasumber utama yang memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan dan kesiapan menuju kehidupan rumah tangga.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Desa Buluh Apo ini diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kader PKK, tokoh agama, remaja, serta para orang tua. Ruangan tampak hidup dengan semangat peserta yang ingin memahami bagaimana membangun keluarga yang kokoh dan penuh keberkahan di era modern.
Kegiatan dibuka dengan penuh khidmat oleh Sekretaris Desa Buluh Apo, Rudi Purnawan, yang mewakili Pj. Kepala Desa Buluh Apo, Robby Ajramuhur. Dalam sambutannya, Rudi menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki perhatian besar terhadap isu pernikahan di usia muda dan kesiapan berkeluarga di masyarakat.
"Membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera membutuhkan kesiapan yang matang. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa pernikahan bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan awal dari perjalanan panjang yang harus dijalani dengan tanggung jawab dan ilmu,” ujar Rudi Purnawan.
Dalam sesi utama, Kepala KUA Kecamatan Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H., menyampaikan paparan yang menggugah tentang pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan sosial sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Ia menekankan bahwa keberhasilan rumah tangga bukan hanya ditentukan oleh cinta, tetapi oleh pemahaman dan kematangan kedua belah pihak.
"Kesiapan menikah tidak cukup hanya dengan cinta dan keberanian, tetapi juga dengan kedewasaan berpikir, kestabilan emosi, dan keimanan yang kuat. KUA hadir untuk membimbing, bukan hanya mencatat. Kami ingin setiap pasangan benar-benar siap membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah,” tutur Hadi penuh semangat.
Beliau juga menyoroti tantangan zaman modern yang sering kali membuat remaja terjebak dalam arus pergaulan bebas dan media sosial tanpa pendampingan yang cukup. Dalam konteks inilah, kolaborasi antara pemerintah desa, orang tua, dan lembaga keagamaan menjadi kunci dalam membina generasi muda agar tidak salah langkah dalam menapaki kehidupan rumah tangga.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi berjalan hidup dengan berbagai pertanyaan menarik seputar kesiapan menikah, pembagian peran dalam keluarga, hingga strategi membina komunikasi yang sehat antara pasangan suami istri. Banyak peserta yang mengaku baru memahami betapa luasnya makna “siap berkeluarga” setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Suasana kegiatan semakin hangat saat sesi penutup. Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, Pemerintah Desa Buluh Apo menyerahkan plakat kepada Kepala KUA Kecamatan Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H., sebagai tanda terima kasih atas waktu, ilmu, dan dedikasi beliau dalam memberikan bimbingan serta inspirasi kepada masyarakat. Penyerahan plakat dilakukan langsung oleh Sekretaris Desa Rudi Purnawan disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi ruangan.
Dalam pesan penutupnya, Hadi mengajak masyarakat untuk terus belajar dan membuka diri terhadap pembinaan keluarga yang berkelanjutan.
"Menikah adalah ibadah panjang. Maka persiapkanlah diri bukan hanya untuk hari akad, tetapi juga untuk setiap hari setelahnya. Jadikan keluarga kita sebagai ladang pahala dan tempat tumbuhnya cinta yang diridhai Allah,” pesannya penuh makna.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Buluh Apo untuk memperkuat kesadaran bahwa membangun keluarga yang kokoh tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan pengetahuan, kesabaran, dan kerja sama lintas elemen agar generasi mendatang tumbuh menjadi pribadi yang siap lahir dan batin.
Melalui sinergi antara KUA Kecamatan Pinggir dan Pemerintah Desa Buluh Apo, diharapkan tercipta gerakan bersama menuju terwujudnya Generasi Siap Berkeluarga: cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.