0 menit baca 0 %

Kepala KUA Sentajo Raya Ukur Arah Kiblat Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Taluk Kuantan Pada Peristiwa Istiwa A'zam

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam rangka memastikan arah kiblat yang akurat bagi tempat ibadah umat Islam, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian melaksanakan pengukuran arah kiblat di lokasi pembangunan Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Taluk Kuantan, Senin (27/5/2025), bertepat...

Kuansing (Kemenag) โ€” Dalam rangka memastikan arah kiblat yang akurat bagi tempat ibadah umat Islam, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian melaksanakan pengukuran arah kiblat di lokasi pembangunan Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Taluk Kuantan, Senin (27/5/2025), bertepatan dengan fenomena Istiwa A'zam atau Rashdul Qiblah.

Fenomena Istiwa A'zam merupakan momen ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah di Makkah, sehingga bayangan benda tegak lurus yang terjadi pada waktu tersebut dapat digunakan sebagai referensi akurat untuk menentukan arah kiblat. Peristiwa ini hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 27 atau 28 Mei dan 15 atau 16 Juli.

Acara pengukuran yang berlangsung dengan khidmat ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala KUA Kecamatan Singingi, H. Riko Pilihantoni, dan Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, serta segenap unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Taluk Kuantan.

Dalam keterangan nya, Rindra Febrian menjelaskan bahwa pengukuran arah kiblat menggunakan metode bayangan matahari saat Istiwa A'zam adalah metode paling akurat dan sederhana yang bisa dilakukan di lapangan tanpa memerlukan peralatan mahal.

โ€œKita ingin memastikan bahwa arah kiblat Masjid At-Tanwir ini benar-benar tepat mengarah ke Ka'bah. Ini penting untuk kenyamanan dan kesempurnaan ibadah salat jamaah di masa depan,โ€ ujar Rindra.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Taluk Kuantan menyampaikan apresiasi atas perhatian KUA dalam membantu proses penentuan arah kiblat. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dapat terus berjalan dalam berbagai aspek pembangunan keumatan.

Pengukuran dilakukan pada pukul 16.18 WIB, saat matahari tepat berada di atas Ka'bah berdasarkan data astronomi. Seluruh hadirin menyaksikan bayangan benda tegak yang diarahkan untuk memastikan kiblat yang benar. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa posisi pembangunan masjid akan diarahkan ulang beberapa derajat untuk memastikan akurasi kiblat.

" Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat dan panitia pembangunan masjid mengenai pentingnya arah kiblat yang tepat. Penetapan arah kiblat yang benar menjadi bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kesakralan tempat ibadah umat Islam," harap Rindra Febrian.

Dokumentasi dan data hasil pengukuran akan dijadikan arsip resmi KUA dan panitia pembangunan masjid guna memastikan bahwa pembangunan berpedoman pada arah kiblat yang telah diverifikasi secara ilmiah dan syarโ€™i.(RDW)