Kampar ( Kemenag )- Dalam upaya mempercepat program prioritas pembangunan sarana dan prasarana Madrasah melalui penggunaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2024, Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Madrasah Melalui Program SBSN dan Evaluasi Pelaksanaan Program SBSN.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri 4 Kampar, Arjuniwati beserta semua Ketua Tim Sarpras Kementerian Agama Provinsi, PPK pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi (bagi proyek SBSN yang belum selesai), Operator SBSN Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi pada program SBSN tahun 2024, dan Kepala Madrasah penerima manfaat program SBSN tahun 2024 (bagi proyek SBSN yang belum selesai), yang berlangsung di Swiss Belhotel Serpong, Kota Tangerang Selatan pada hari Rabu-Jumat, 25-27 September 2024, dimulai pukul 14.00 WIB.
Dalam sambutannya pada acara penting di Kementerian Agama RI, Direktur KSKK, M. Sidik Sisdiyanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan. Keberadaan proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2024 diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bagi seluruh masyarakat.
Melalui sambungan telepon seluler, Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, menyampaikan bahwa MAN 4 Kampar sangat bangga dan senang mendapatkan program SBSN tahun 2024.
"Saya mewakili keluarga besar MAN 4 Kampar sangat bangga dan senang sekali pada tahun 2024 MAN 4 Kampar berhasil mendapatkan program SBSN dengan jumlah 6 RKB, dimana program ini sudah sangat lama kita idam-idamkan, alhamdulillah proyek ini hampir rampung 100?n insyaallah dalam waktu dekat siap untuk digunakan" ujarnya dengan penuh optimisme.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana serta kelancaran pelaksanaan proyek SBSN. Saat ini, pemerintah terus berupaya memperkuat infrastruktur pendidikan dan layanan keagamaan guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih baik terhadap pendidikan di madrasah.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek SBSN di wilayahnya masing-masing. Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait, diharapkan pembangunan infrastruktur madrasah dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. (Kurnia)*