Indragiri Hulu, (Inmas). Kesehatan jiwa anak dan remaja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan anak dan remaja di sekolah/madrasah, serta penentu masa depan mereka selaku generasi penerus bangsa. Anak dan remaja menghabiskan hampir sebagian besar waktu mereka di sekolah/madrasah. Hal ini menempatkan sekolah/madrasah menjadi tempat yang penting untuk melakukan deteksi dan intervensi dini persoalan atau kesulitan emosi dan perilaku yang mungkin dihadapi peserta didik.
Dalam rangka upaya untuk melakukan deteksi dini dan intervensi dini persoalan atau kesulitan emosi serta perilaku anak dan remaja maka dilaksanakan Skrining Kesehatan terhadap anak usia sekolah dan remaja.
Berdasarkan surat Kepala UPTD Puskesmas Sipayung, Kecamatan Rengat, Nomor: 441/PKM.SPYG/0839, Tanggal: 30 April 2024, maka pada hari Rabu 15 Mei 2024, Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Sipayung Kecamatan Rengat melaksanakan kegiatan Skrining Kesehatan (Termasuk Masalah Kesehatan Jiwa) terhadap peserta didik kelas II & III MIN 1 Inhu. Kedatangan Tim UPTD Puskesmas Sipayung disambut langsung oleh kepala MIN 1 Inhu Yeni Suryani Samaun, M.Pd (urut dua dari sisi kiri). Kegiatan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, lingkar tangan, gigi, mulut, kuku, telinga, mata, dan wawancara serta penyuluhan hidup bersih dan sehat.
Pelayanan Kesehatan Jiwa di sekolah adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), tatalaksana (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap peserta didik, meliputi: Peningkatan kesehatan jiwa (promotif) dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan masalah emosi, perilaku dan latihan keterampilan. Pencegahan (preventif) dilaksankan melalui deteksi dini kepada seluruh peserta didik dengan menggunakan kuisioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Tatalaksana (kuratif) dan pemulihan dilakukan melalui : Intervensi dini berupa psikoedukasi dan konseling oleh guru dan teman sebaya, pembinaan dan konseling kepada keluarga agar ikut berperan aktif dalam memberikan bimbingan, meningkatkan kemampuan anak didik serta meningkatkan kesehatan jiwanya. Bila permasalahan tidak dapat ditangani di sekolah/madrasah dapat dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit dengan membawa buku rujukan khusus, demikian disampaikan salah seorang anggota Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Sipayung.(tulang)