Siak (Kemenag) - Kepala MTsN 3 Siak, Ahmad Hilal, menghadiri kegiatan Pembinaan Nazhir Wakaf Kabupaten Siak bertajuk "Memberdayakan Wakaf di Madrasah untuk Membantu Pengembangan Pendidikan Madrasah" yang berlangsung di Grand Royal Hotel, Siak Sri Indrapura, Selasa (21/1). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, serta Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) di Kabupaten Siak.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Siak, Resman Junaidi. Dalam sambutannya, Resman menekankan pentingnya peran wakaf dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah. “Wakaf bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga investasi sosial yang berdampak panjang. Dengan memaksimalkan potensi wakaf, madrasah dapat berkembang lebih optimal, baik dari segi fasilitas, kesejahteraan guru, maupun program pendidikan,” ujarnya.
Resman juga mengapresiasi kehadiran para pemangku kepentingan dalam seminar ini. Menurutnya, sinergi antara KUA, penyuluh agama, kepala madrasah, dan pengurus wakaf sangat penting untuk mewujudkan keberlanjutan program-program wakaf. Ahmad Hilal, Kepala MTsN 3 Siak, mengungkapkan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari kegiatan yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
“Saya merasa bersemangat dan termotivasi setelah mendengar paparan tentang potensi wakaf untuk madrasah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk memberdayakan wakaf sebagai solusi pendanaan pendidikan. Semoga melalui inisiatif ini, MTsN 3 Siak dapat lebih maju dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan tersebut juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta berbagi pengalaman dan ide terkait pengelolaan wakaf di lingkungan madrasah. Berbagai usulan kreatif, seperti optimalisasi aset wakaf melalui digitalisasi dan kerjasama dengan pihak swasta, turut mengemuka dalam diskusi.
Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mendorong pengelolaan wakaf secara profesional dan transparan di madrasah. Para peserta berharap hasil dari seminar ini dapat segera diimplementasikan untuk mendukung pengembangan pendidikan di Kabupaten Siak.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan potensi wakaf yang selama ini belum tergarap maksimal dapat menjadi kekuatan baru bagi dunia pendidikan madrasah. Ahmad Hilal menyatakan akan membawa ide-ide yang diperoleh dari seminar ini untuk diterapkan di MTsN 3 Siak demi menciptakan perubahan yang nyata. (Abd/Hd)