0 menit baca 0 %

Kepala MTsN 3 Siak Ikuti Seminar Jurnalistik: Lawan Hoaks dan Wujudkan Jurnalis Berintegritas di Dunia Pendidikan

Ringkasan: Siak (Kemenag) Senin, (15/09/2025), Kepala MTsN 3 Siak, Idris, turut serta dalam Seminar Jurnalistik bertema Memberantas Berita Hoaks dan Peran Jurnalis Berintegritas di Dunia Pendidikan yang diselenggarakan di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Adipraja, Kabupaten Siak.

Siak (Kemenag) – Senin, (15/09/2025), Kepala MTsN 3 Siak, Idris, turut serta dalam Seminar Jurnalistik bertema “Memberantas Berita Hoaks dan Peran Jurnalis Berintegritas di Dunia Pendidikan” yang diselenggarakan di Balairung Datuk Empat Suku, Perumahan Adipraja, Kabupaten Siak. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, guru, kepala sekolah dan kepala madrasah, serta pegiat literasi dari seluruh wilayah Kabupaten Siak yang berjumlah 300 peserta.

Seminar dibuka secara resmi oleh Bupati Siak, Dr. Afni Z, yang dalam sambutannya menekankan urgensi literasi informasi di lingkungan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa penyebaran hoaks tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga mengganggu proses pembelajaran yang sehat dan objektif. “Sekolah dan madrasah harus menjadi benteng terakhir dalam melawan disinformasi. Literasi digital dan kemampuan jurnalistik yang berintegritas harus ditanamkan sejak dini, baik kepada guru maupun siswa,” tegas Bupati Afni.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan jurnalis profesional, akademisi, dan praktisi media yang membahas strategi mengenali hoaks, etika jurnalistik, serta peran guru sebagai agen literasi informasi.

Kepala MTsN 3 Siak, Idris, menyambut baik pelaksanaan seminar ini. Ia menilai bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang kritis terhadap informasi dan mampu menyaring berita secara bijak. “Kami di MTsN 3 Siak berkomitmen untuk menjadikan literasi informasi sebagai bagian integral dari pembelajaran. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing siswa agar cerdas bermedia dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks,” ujar Idris.

Ia juga menambahkan bahwa madrasah akan mulai mengintegrasikan prinsip-prinsip jurnalistik dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran Bahasa Indonesia, sebagai langkah awal membentuk budaya literasi yang kuat.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh institusi pendidikan di Siak untuk memperkuat peran mereka dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, jujur, dan edukatif. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan media, cita-cita membentuk jurnalis muda yang berintegritas semakin nyata. (Abd/Hd)