Siak (Kemenag), Rabu (09/07/2025) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Harman, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Teknis Pembuatan E-Kinerja bagi para Penyuluh Agama Islam di wilayah kerja Kemenag Siak.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Siak, dan diikuti oleh puluhan penyuluh agama dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Siak. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis penyuluh terkait sistem E-Kinerja yang saat ini menjadi salah satu instrumen utama dalam pengukuran kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam sambutannya, Harman menekankan bahwa penguasaan aplikasi E-Kinerja, khususnya dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), sangat penting guna mewujudkan kinerja penyuluh yang akuntabel, terukur, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mampu menguasai materi yang disampaikan. Ke depan, saya tidak ingin lagi mendengar adanya kendala dalam penyusunan SKP. Ini bagian dari tanggung jawab profesional kita sebagai penyuluh agama yang berperan langsung di tengah masyarakat," ujar Harman.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama, Masizal, S.Ag., M.H., Ketua Umum PD IPARI Provinsi Riau, yang memberikan materi mendalam terkait teknis penggunaan aplikasi E-Kinerja serta strategi penyusunan SKP yang efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dalam pemaparannya, Masizal juga menyampaikan sejumlah praktik baik dari daerah lain yang telah berhasil menerapkan sistem ini dengan optimal. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaporan kinerja dan sinergi antar penyuluh agar capaian kerja dapat terdokumentasi secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua PD IPARI Kabupaten Siak, Sariman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas para penyuluh agama di daerah.
“IPARI tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu penyuluhan agama di masyarakat. Dengan kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh penyuluh mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sistem birokrasi digital, termasuk dalam hal pelaporan kinerja,” terang Sariman.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh kepada para peserta serta menjadi awal yang baik dalam membangun budaya kerja yang lebih disiplin, transparan, dan berbasis teknologi di lingkungan penyuluh agama Kabupaten Siak. (Fz)