0 menit baca 0 %

Kepala Subbag TU Kemenag Kampar Sambut Kedatangan Mendagri Malaysia

Ringkasan: Kampar (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, diwakili Kepala Subbag Tata Usaha H Fuadi Ahmad SH MAB, menyambut langsung kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Negara Malaysia Dato Seri Hamzah Bin Zainudin, hari selasa sore (25/01/2022), di Singai Tonang, Keca...

Kampar (Inmas) โ€“ Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, diwakili Kepala Subbag Tata Usaha H Fuadi Ahmad SH MAB, menyambut langsung kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Negara Malaysia Datoโ€™ Seri Hamzah Bin Zainudin, hari selasa sore (25/01/2022), di Singai Tonang, Kecamatan Kampar.


Sebelum kedatangan Mendagri Malaysia tersebut Fuadi mengunjungi makam Tun Fatimah Putri Raja Melaka. โ€œ Inilah Makam Tun Fatimah Putri Raja Melaka, di Sungai Tonang, Kampar. Dimana sampai ke Kampar dalam upaya menyelamatkan diri akibat peperangan dengan Portugis di zaman dahulu. Beliau mangkat atau wafat di Tahun 1527.


Fuadi menjelaskan, Tun Fatimah ini merupakan perempuan Melayu yang menjunjung tinggi adat dan budaya. Berparas jelita, berhati mulia dan bermental baja. Tidak gentar pada lelaki yang tamak kuasa, tidak undur pada penjajah Portugis yang durjana.


Hari ini, jika tida ada aral melintang, salah seorang dzurriyat nya, Dato Seri Hamzah bin Zainuddin -Menteri Dalam Negeri Malaysia, datang berziarah. Mengunjungi makamnya yang terletak di Sungai Tonang Kampar Utara, tegas Fuadi.


Sementara itu Ustadz Syamsuati MESy dalam bincang santai dengan Ustadz Taslim Prawira, salah seorang aktivis Dunia Melayu Dunia Islam yang sedang meneliti dan menulis kisah Tun Fatimah, terungkap bahwa perjalanan hidup Tun Fatimah banyak dilalui dalam duka dan air mata. Namun beliau adalah wanita bermental baja, Srikandi Melayu yang tak kenal menyerah.


Kisah perjalanan hidup Tun Fatimah bercerita bahwa Tanah Melayu tak kurang melahirkan wanita pejuang. Dan Makam beliau di Sungai Tonang serta Istana Kesultanan Kampar di Kampa bercerita bahwa Negeri Malaka dan Tanah Kampar punya ikatan yang kuat sejak dahulu kala, pungksanya. (Ags/Ftm)