0 menit baca 0 %

Kesulitan Air Bersih, JCH Riau Kloter 13 BTH Dua Hari Tak Mandi

Ringkasan: Mekkah (Humas) - Kesulitan air yang dialami oleh Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia di Makkah, juga dialami oleh JCH Kloter 13 Embarkasi Batam (BTH) jamaah asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. Kondisi tersebut oleh Ketua Kloter 13 BTH telah dilaporkan ke Daerah Kerja (Daker) setempat...
Mekkah (Humas) - Kesulitan air yang dialami oleh Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia di Makkah, juga dialami oleh JCH Kloter 13 Embarkasi Batam (BTH) jamaah asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. Kondisi tersebut oleh Ketua Kloter 13 BTH telah dilaporkan ke Daerah Kerja (Daker) setempat Makkah Almukarramah, namun hingga saat ini belum mendapat respon. Akibatnya, JCH harus mencari air disekitar pemondokan, bahkan ada yang terpaksa membeli guna memenuhi kebutuhan air bersih yang tidak dipenuhi oleh pihak makthab atau hotel. "Bankan ada JCH Inhil yang selama dua hari tidak mandi karena tidak menemukan air bersih yang cukup untuk itu," ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, seperti informasikan ketua kloter 13 BTH, H Syamsuddin Munir, via telpon selulernya, Kamis (4/11). Menurut laporan yang disampaikan ketua Kloter 13 tersebut, sejak tiba di pemondokan Aziziah Syamaliah Makkah dua hari yang lalu, 445 JCH kloter 13 yang di tempatkan di Maktab 19 wilayah Azizizah Syamalia mengalami kesulitan air bersih. Selain itu, jamaah Inhil juga mengeluhkan jauhnya jarak pemondokan (maktab) ke Masjidil Haram. "Untuk sampai ke Masjidil Haram, jamaah Inhil kloter 13 BTH harus naik- turun bus sebanyak dua kali," ungkapnya prihatin. Menyikapi kondisi tersebut, Asyari Nur meminta agar Ketua Kloter 13 pro aktif melaporkan segala permasalahan yang dialami oleh JCH Kloter 13 ke Daerah Kerja (Daker) Makkah. Tidak hanya menyangkut permasalahan air bersih dan pemondokan tapi segala sesuatu yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan rangkaian ibadah selama musim haji. "Diantaranya terkait tentang pengembalian uang transportasi, karena jarak pemondokan dengan masjidil haram sangat jauh yaitu dua kali naik bus. Biasanya, jika pemondokan jamaah jauh dari Masjidil Haram maka uang tambahan transportasi akan diberikan kepada jamaah. Untuk itu, Ketua Kloter 13 harus pro aktif dan menindaklanjuti hal ini," harap Ka Kanwil. Selain itu, Ka Kanwil juga meminta agar semua ketua kloter JCH Provinsi Riau dapat melakukan koordinasi secara terus menerus dengan Ka Kanwil Kemenag Riau atau pihak terkait. Sehingga informasi perkembangan JCH Riau di Makkah dapat terus diakses oleh Ka Kanwil dan masyarakat Riau pada umumnyas. (msd)